Rabu, 28 Oktober 2026

Monitoring TKA 2026 SMKN Pasirian

 


MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMK NEGERI PASIRIAN

Hari/Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026
Waktu Kunjungan: Pukul 08.45–11.00 WIB
Satuan Pendidikan: SMK Negeri Pasirian
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri Pasirian dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.45–11.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memantau keterlaksanaan TKA, kesiapan petugas dan sarana prasarana, koordinasi kepengawasan, serta penanganan kendala yang terjadi selama pelaksanaan tes.

B. Data Peserta dan Moda Pelaksanaan

Berdasarkan data rekapitulasi TKA, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta berdasarkan biodata: 373 murid, terdiri atas 237 laki-laki dan 136 perempuan.

  • Jumlah pendaftar: 373 murid.

  • Moda pelaksanaan: Online.

  • Jumlah komputer proktor: 8 unit.

  • Jumlah komputer klien: 190 unit.

  • Jumlah laboratorium: 10 ruang.

  • Pembagian sesi: Sesi 1 sebanyak 188 peserta dan sesi 2 sebanyak 185 peserta.

  • Pengawas ruang: Sebanyak 10 orang, seluruhnya hadir.

C. Hasil Monitoring dan Temuan

Berdasarkan hasil kunjungan, diperoleh beberapa temuan sebagai berikut.

  1. Kehadiran pengawas. Seluruh pengawas ruang sebanyak 10 orang hadir secara lengkap untuk mendukung pelaksanaan TKA.

  2. Gangguan server pusat. Pelaksanaan TKA pada hari kedua mengalami kendala berupa server pusat down, sehingga tes tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

  3. Penjadwalan susulan. Sebagai tindak lanjut atas kendala server pusat, pelaksanaan TKA hari kedua dijadwalkan untuk dilaksanakan kembali pada Jumat, 30 Oktober 2026, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

  4. Kendala koordinasi kepengawasan. Tidak semua pengawas ruang dapat terhubung dengan penyelia. Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar koordinasi dan pengendalian pelaksanaan tes dapat berjalan optimal.

  5. Peserta berhalangan karena sakit. Terdapat satu orang murid yang tidak dapat mengikuti TKA karena sakit. Status keikutsertaannya perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

D. Rekomendasi Tindak Lanjut

  1. Memastikan kesiapan sistem dan koordinasi teknis dengan penyelia serta pihak pengelola TKA pusat sebelum pelaksanaan susulan pada Jumat, 30 Oktober 2026.

  2. Memastikan seluruh pengawas ruang dapat terhubung dengan penyelia melalui sarana komunikasi yang ditetapkan.

  3. Memastikan informasi jadwal susulan tersampaikan kepada seluruh peserta yang terdampak.

  4. Melakukan pendataan dan verifikasi terhadap satu murid yang tidak dapat mengikuti tes karena sakit, serta mengoordinasikan tindak lanjut sesuai ketentuan.

  5. Mendokumentasikan kendala server pusat dan langkah penanganannya sebagai bahan evaluasi pelaksanaan TKA.

  6. Memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan, laboratorium, dan petugas sebelum tes susulan dimulai.

Monitoring TKA 2026 SMK Pesantren Satelit Hidayatul Hasan Lumajang

 



MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMK PESANTREN SATELIT HIDAYATUL HASAN LUMAJANG

Hari/Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026
Satuan Pendidikan: SMK Pesantren Satelit Hidayatul Hasan Lumajang

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMK Pesantren Satelit Hidayatul Hasan Lumajang dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan tes berjalan sesuai dengan prosedur, didukung kesiapan sarana dan prasarana, serta terlaksana secara tertib dan lancar.

Monitoring dilakukan dengan memperhatikan kesiapan peserta, perangkat komputer, jaringan, petugas pelaksana, dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.

B. Hasil Monitoring dan Evaluasi

Berdasarkan hasil pemantauan, secara umum pelaksanaan TKA di SMK Pesantren Satelit Hidayatul Hasan Lumajang berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti, dengan jumlah peserta 6 orang, laptop klien tersedia 8 unit dengan 1 server.

Aspek-aspek pelaksanaan yang menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring meliputi:

  1. Keterlaksanaan tes: Pelaksanaan TKA berlangsung lancar tanpa kendala yang mengganggu jalannya kegiatan.

  2. Kesiapan teknis: Tidak terdapat kendala teknis yang dilaporkan selama pelaksanaan.

  3. Koordinasi petugas: Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik sehingga tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses tes.

  4. Ketertiban pelaksanaan: Kegiatan berlangsung sesuai dengan tujuan pelaksanaan TKA dan mendukung terciptanya suasana tes yang kondusif.

C. Rekomendasi

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan TKA, direkomendasikan agar satuan pendidikan:

  1. Mempertahankan kesiapan sarana dan prasarana serta koordinasi antarpelaksana.

  2. Tetap melakukan pemeriksaan perangkat dan jaringan sebelum setiap sesi dimulai.

  3. Mendokumentasikan pelaksanaan dan hasil evaluasi sebagai bahan pelaporan.

  4. Mempertahankan ketertiban serta kepatuhan terhadap prosedur pelaksanaan TKA.

Selasa, 27 Oktober 2026

Monitoring TKA di SMK YP17-01 Lumajang

 


MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMK YP 17-01 LUMAJANG

Hari/Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026
Satuan Pendidikan: SMK YP 17-01 Lumajang
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK YP 17-01 Lumajang dilaksanakan untuk memantau keterlaksanaan ujian, kesiapan sarana dan prasarana, serta kepatuhan terhadap prosedur pelaksanaan TKA.

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan pada sesi pertama berjalan dengan lancar. Namun, pada sesi kedua terjadi kendala berupa pemadaman listrik yang mengharuskan satuan pendidikan menggunakan generator set (genset) sebagai sumber listrik alternatif. Persiapan dan pengoperasian genset menyebabkan waktu mulai tes mengalami kemunduran.

Dalam pelaksanaan selanjutnya, muncul kendala teknis pada server sehingga tes tidak dapat diselesaikan sampai tuntas. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan TKA tidak dapat dilanjutkan sebagaimana mestinya dan akhirnya diajukan untuk mendapatkan jadwal susulan atau pelaksanaan ulang sesuai dengan ketentuan dan keputusan pihak yang berwenang.

B. Data Peserta dan Moda Pelaksanaan

Berdasarkan data pada tabel rekapitulasi, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta berdasarkan biodata: 39 murid, terdiri atas 38 laki-laki dan 1 perempuan.

  • Jumlah pendaftar: 37 murid, terdiri atas 36 laki-laki dan 1 perempuan.

  • Moda pelaksanaan: Semi online.

  • Jumlah komputer proktor: 2 unit.

  • Jumlah klien: 40 unit.

  • Jumlah laboratorium: 2 ruang.

  • Pembagian sesi: Data tabel mencatat 37 peserta pada sesi kedua. Rincian jumlah peserta yang benar-benar mengikuti tes pada setiap sesi perlu dikonfirmasi kepada panitia satuan pendidikan.

  • Pengawas ruang: 2 orang yang berasal dari SMKN 1 Lumajang.

Terdapat selisih antara jumlah biodata (39 murid) dan jumlah pendaftar (37 murid). Data tersebut perlu diverifikasi untuk memastikan kesesuaian jumlah peserta yang terdaftar dan yang mengikuti pelaksanaan TKA.

C. Hasil Monitoring dan Temuan

Hasil monitoring menunjukkan beberapa hal berikut.

  1. Sesi pertama berjalan lancar. Pelaksanaan tes berlangsung tanpa kendala berarti berdasarkan informasi yang diperoleh.

  2. Terjadi pemadaman listrik pada sesi kedua. Satuan pendidikan melakukan upaya penanganan dengan menyiapkan dan menggunakan genset sebagai sumber listrik alternatif.

  3. Waktu mulai tes mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan waktu untuk mempersiapkan dan mengoperasikan genset setelah pemadaman listrik.

  4. Terjadi kendala pada server. Pelaksanaan tes tidak dapat diselesaikan sampai tuntas akibat masalah teknis pada server.

  5. Diajukan pelaksanaan susulan atau pengulangan. Karena tes tidak dapat diselesaikan, satuan pendidikan mengajukan penjadwalan susulan atau pelaksanaan ulang sesuai mekanisme yang berlaku.

  6. Pengawasan eksternal. Pelaksanaan diawasi oleh dua orang pengawas ruang dari SMKN 1 Lumajang.

D. Rekomendasi Tindak Lanjut

  1. Melakukan koordinasi dengan penyelia dan pihak terkait untuk memastikan penyebab kendala server serta memperoleh arahan resmi mengenai pelaksanaan susulan atau pengulangan tes.

  2. Memastikan kesiapan genset dan melakukan pengujian sebelum pelaksanaan TKA untuk mengurangi keterlambatan apabila terjadi pemadaman listrik.

  3. Melakukan pemeriksaan kesiapan perangkat komputer, jaringan, dan server sebelum tes dimulai.

  4. Memastikan peserta yang terdampak tercatat secara akurat, termasuk status keikutsertaan dan sesi yang belum diselesaikan, sebagai dasar pengajuan jadwal susulan.

  5. Melengkapi dokumentasi kejadian, termasuk waktu pemadaman, waktu penggunaan genset, kendala server, dan koordinasi dengan penyelia.

  6. Memverifikasi selisih jumlah biodata dan pendaftar agar data peserta dalam laporan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

E. Penutup

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, pelaksanaan TKA di SMK YP 17-01 Lumajang pada sesi pertama berjalan lancar. Akan tetapi, pada sesi kedua terjadi pemadaman listrik yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan, disusul kendala server yang mengakibatkan tes tidak dapat diselesaikan sampai tuntas.

Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut melalui koordinasi dengan penyelia dan pihak berwenang untuk memperoleh kepastian jadwal susulan atau pelaksanaan ulang, sekaligus memperkuat kesiapan teknis satuan pendidikan agar kendala serupa dapat diminimalkan.

Monitoring TKA di SMK Al Maliki Sukodono

 


MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMKS AL MALIKI SUKODONO

Hari/Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026
Satuan Pendidikan: SMKS Al Maliki Sukodono
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKS Al Maliki Sukodono dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau keterlaksanaan TKA, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Secara umum, pelaksanaan TKA di SMKS Al Maliki Sukodono berjalan dengan lancar dan tertib. Pelaksanaan menggunakan moda semi online, dengan dukungan sarana komputer, laboratorium, proktor, dan pengawas ruang.

B. Data Peserta dan Moda Pelaksanaan

Berdasarkan data yang tersedia, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta terdaftar: 139 murid, terdiri atas 81 laki-laki dan 58 perempuan.

  • Jumlah pendaftar: 139 murid, sesuai dengan jumlah biodata yang tercatat.

  • Moda pelaksanaan: Semi online.

  • Jumlah komputer proktor: 3 unit.

  • Jumlah klien: 47 unit.

  • Jumlah laboratorium: 3 ruang.

  • Pembagian sesi: Sesi 1 sebanyak 47 peserta, sesi 2 sebanyak 46 peserta, dan sesi 3 sebanyak 46 peserta.

  • Pengawasan: Didukung oleh 3 proktor, 3 ruang, dan 3 pengawas sebagaimana yang berasal dari SMK Farmasi Adiyatma dan SMK Ryo Yuwaraja sukodono.

C. Hasil Monitoring dan Temuan

Secara umum, kegiatan TKA berlangsung lancar. Kesiapan sarana dan prasarana serta pengaturan peserta telah mendukung pelaksanaan ujian.

Namun, ditemukan satu hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu terdapat satu orang pengawas ruang pada hari pertama yang identitasnya tidak sesuai. Selain itu, pengawas tersebut belum tergabung dalam grup WhatsApp penyelia dan tidak dapat mengikuti pertemuan melalui Zoom bersama penyelia.

Temuan ini perlu segera ditindaklanjuti untuk memastikan validitas identitas petugas, kelancaran koordinasi, serta efektivitas pengawasan selama pelaksanaan TKA.

D. Rekomendasi Tindak Lanjut

  1. Melakukan verifikasi dan klarifikasi identitas pengawas ruang yang bersangkutan.

  2. Memastikan seluruh pengawas ruang tergabung dalam grup WhatsApp penyelia sebagai sarana koordinasi resmi.

  3. Memastikan seluruh pengawas dapat mengikuti koordinasi melalui Zoom sesuai ketentuan yang berlaku.

  4. Memperkuat koordinasi antara panitia satuan pendidikan, proktor, pengawas ruang, dan penyelia agar pelaksanaan sesi berikutnya tetap tertib dan sesuai prosedur.

E. Penutup

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, pelaksanaan TKA di SMKS Al Maliki Sukodono secara umum berjalan dengan lancar. Meskipun demikian, temuan terkait identitas dan koordinasi salah satu pengawas ruang perlu segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga integritas, ketertiban, dan kualitas pelaksanaan TKA.

Senin, 26 Oktober 2026

Monev TKA di SMK Al Hidayah dan SMK Pembangunan Candiouro

 


MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMK AL HIDAYAH CANDIPURO DAN SMK PEMBANGUNAN CANDIPURO

Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026
Wilayah: Kabupaten Lumajang

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, di SMK Al Hidayah Candipuro dan SMK Pembangunan Candipuro. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau keterlaksanaan TKA, kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan peserta, serta kesesuaian pelaksanaan dengan prosedur yang berlaku.

Monitoring dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan perangkat komputer, laboratorium, moda pelaksanaan, pembagian sesi, serta dukungan proktor dan pengawas ruang. Hasil monitoring diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kelancaran, ketertiban, dan integritas pelaksanaan TKA di satuan pendidikan.

B. Data Peserta dan Moda Pelaksanaan

1. SMK Al Hidayah Candipuro

Berdasarkan data rekapitulasi, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta berdasarkan biodata: 39 murid, terdiri atas 20 laki-laki dan 19 perempuan.

  • Jumlah pendaftar: 39 murid, terdiri atas 20 laki-laki dan 19 perempuan.

  • Moda pelaksanaan: Online.

  • Jumlah komputer proktor: 2 unit.

  • Jumlah klien: 25 unit.

  • Jumlah laboratorium: 1 ruang.

  • Pembagian sesi: Sesi 1 sebanyak 19 peserta dan sesi 2 sebanyak 20 peserta.

  • Data kepengawasan: 1 ID proktor, 1 ruang, dan 2 calon pengawas.

2. SMK Pembangunan Candipuro

Berdasarkan data rekapitulasi, diperoleh informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta berdasarkan biodata: 66 murid, terdiri atas 50 laki-laki dan 16 perempuan.

  • Jumlah pendaftar: 66 murid, terdiri atas 50 laki-laki dan 16 perempuan.

  • Moda pelaksanaan: Online.

  • Jumlah komputer proktor: 1 unit.

  • Jumlah klien: 15 unit.

  • Jumlah laboratorium: 1 ruang.

  • Pembagian sesi: Tercatat tiga sesi pada Gelombang 1 dan tiga sesi pada Gelombang 2, masing-masing sebanyak 11 peserta per sesi, sehingga totalnya 66 peserta.

  • Data kepengawasan: 1 ID proktor, 1 ruang, dan 1 calon pengawas.

C. Rekapitulasi Data Kedua Satuan Pendidikan

KomponenSMK Al HidayahSMK Pembangunan
Jumlah peserta3966
Laki-laki2050
Perempuan1916
Jumlah pendaftar3966
Moda pelaksanaanOnlineOnline
Komputer proktor2 unit1 unit
Komputer klien25 unit15 unit
Laboratorium1 ruang1 ruang
Calon pengawas2 orang1 orang

Dengan demikian, total peserta berdasarkan data kedua satuan pendidikan adalah 105 murid, terdiri atas 70 laki-laki dan 35 perempuan. Jumlah pendaftar tercatat sebanyak 105 murid.

D. Hasil Monitoring dan Evaluasi

Berdasarkan data yang tersedia, kedua satuan pendidikan melaksanakan TKA dengan moda online. Pengaturan peserta dilakukan melalui pembagian sesi sesuai dengan jumlah peserta dan kapasitas sarana yang tercatat.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam monitoring dan evaluasi meliputi:

  1. Kesiapan sarana dan prasarana. Memastikan perangkat komputer proktor, komputer klien, laboratorium, jaringan internet, dan sumber listrik berfungsi dengan baik selama pelaksanaan.

  2. Pengaturan peserta. Memastikan seluruh peserta terdaftar memperoleh kesempatan mengikuti tes sesuai jadwal dan sesi yang telah ditetapkan.

  3. Kesiapan petugas. Memastikan proktor dan pengawas ruang memahami tugas, tanggung jawab, serta prosedur pelaksanaan TKA.

  4. Kepatuhan terhadap prosedur. Memastikan pelaksanaan tes berlangsung tertib, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  5. Dokumentasi dan pelaporan. Memastikan data peserta, kehadiran, pembagian sesi, serta catatan kendala terdokumentasi dengan baik.

Catatan khusus mengenai kendala teknis, ketidaksesuaian prosedur, atau kejadian lain di masing-masing satuan pendidikan perlu dilengkapi berdasarkan hasil pengamatan langsung selama kegiatan monev.

E. Rekomendasi Tindak Lanjut

  1. Melakukan pemeriksaan perangkat komputer, jaringan internet, dan sumber listrik sebelum setiap sesi dimulai.

  2. Memastikan jumlah perangkat yang berfungsi memadai untuk mendukung jumlah peserta pada setiap sesi.

  3. Memperkuat koordinasi antara kepala sekolah, proktor, pengawas ruang, dan penyelia.

  4. Menyiapkan langkah antisipasi terhadap gangguan teknis agar pelaksanaan tes dapat ditangani secara cepat dan tepat.

  5. Melakukan verifikasi data peserta, kehadiran, serta pembagian sesi sebagai bagian dari pengendalian mutu pelaksanaan TKA.

  6. Mendokumentasikan hasil monitoring dan evaluasi sebagai bahan perbaikan pelaksanaan TKA pada sesi berikutnya.

F. Penutup

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan TKA Tahun 2026 di SMK Al Hidayah Candipuro dan SMK Pembangunan Candipuro dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan fokus pada pemantauan kesiapan sarana dan prasarana, data peserta, pengaturan sesi, serta kesiapan petugas.

Berdasarkan rekapitulasi yang tersedia, kedua satuan pendidikan memiliki total 105 peserta terdaftar dan menggunakan moda online. Hasil monitoring ini diharapkan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi satuan pendidikan untuk menjaga kualitas, ketertiban, dan integritas pelaksanaan TKA.

Jumat, 23 Oktober 2026

Nara Sumber Rapat Koordinasi dan Pemantapan Pengawas TKA-AN Tahun 2026

 


Rapat Koordinasi dan Pemantapan Pengawas TKA-AN Tahun 2026

1. Dasar dan Waktu Pelaksanaan

Menindaklanjuti undangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember yang disampaikan melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Pemantapan Pengawas TKA-AN Tahun 2026 pada:

  • Hari/Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2026

  • Waktu: Pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai

  • Tempat: Daring melalui Zoom Meeting

  • Penyelenggara: Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember

2. Peserta Kegiatan

Kegiatan diikuti oleh seluruh Pengawas Sekolah serta Kepala SMA/SMK/SLB negeri dan swasta di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, dengan menyertakan guru yang ditugaskan sebagai pengawas TKA-AN Tahun 2026.

3. Pelaksanaan Tugas sebagai Narasumber

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, dilanjutkan dengan arahan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember dan Kepala Seksi SMK. Selanjutnya, saya bertugas sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang Kepengawasan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026.

Materi yang disampaikan meliputi tujuan dan prinsip pengawasan TKA, unsur-unsur pengawasan dan pendampingan, persyaratan petugas, mekanisme pemetaan pengawas ruang, pembagian tugas penyelia dan pendamping penyelia, serta tugas pengawas ruang dan satuan pendidikan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tes. Selain itu, disampaikan pula pentingnya koordinasi, kesiapan perangkat dan jaringan internet, pemanfaatan Zoom Meeting, serta kelengkapan administrasi dan dokumentasi pengawasan.

Dalam pemaparan tersebut ditekankan bahwa pengawasan TKA harus dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, tertib, dan berintegritas, dengan tetap berpedoman pada petunjuk teknis yang berlaku. Koordinasi yang efektif antara petugas pengawasan dan satuan pendidikan menjadi faktor penting untuk meminimalkan kendala teknis serta menjaga validitas hasil pelaksanaan TKA.

4. Hasil dan Tindak Lanjut

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai mekanisme, pembagian tugas, dan prosedur pengawasan TKA-AN Tahun 2026. Kegiatan ini juga menjadi sarana penyamaan persepsi bagi pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan, dan guru yang ditugaskan sebagai pengawas.

Tindak lanjut yang diharapkan adalah setiap satuan pendidikan melakukan pengecekan kesiapan petugas, pemetaan dan penugasan pengawas silang, perangkat, jaringan internet, serta kelengkapan administrasi. Seluruh petugas diharapkan mengikuti koordinasi dan simulasi sesuai jadwal serta segera melaporkan kendala kepada pihak terkait.

5. Penutup

Secara umum, pelaksanaan tugas sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi dan Pemantapan Pengawas TKA-AN Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya mendukung kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan pengawasan TKA yang tertib, lancar, objektif, dan berintegritas.



Kamis, 22 Oktober 2026

Diklat PM berbasis kelompok kerja (siklus 5)

Mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)

1. Dasar Pelaksanaan

Surat Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Nomor 000.1.2.3/2.2584/101.6.5/2026, tanggal 22 Oktober 2026, tentang penugasan mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis Kelompok Kerja bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lainnya di Provinsi Jawa Timur.

2. Waktu dan Tempat

  • Hari/Tanggal: Jumat dan Sabtu, 23–24 Oktober 2026.

  • Waktu: Pukul 13.00–16.00 WIB.

  • Tempat: Daring.

3. Pelaksanaan Kegiatan

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, saya, Sukur Basuki, S.E., M.M., Pengawas Sekolah pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, melaksanakan tugas mengikuti kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) secara daring bersama peserta lainnya dari wilayah Kabupaten Lumajang.

Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari kelanjutan pelatihan pada siklus 5, bagian awal, dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran (JP). Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui Google Meet, sebagaimana terdokumentasi dalam tangkapan layar kegiatan.

4. Hasil dan Tindak Lanjut

Keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi profesional sebagai pengawas sekolah, khususnya dalam memahami dan mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam serta penguatan Koding dan Kecerdasan Artifisial di satuan pendidikan.

Hasil pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan pendampingan dan pembinaan kepada kepala sekolah serta guru di sekolah binaan, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan.

5. Penutup

Demikian laporan singkat pelaksanaan tugas ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan Surat Tugas dan dokumentasi kegiatan kedinasan.




Senin, 12 Oktober 2026

Pembukaan Festival Peradaban Olahraga SMK WYSN Sukodono

 



Menghadiri Pembukaan Peradaban Festival SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang

1. Waktu dan Tempat

  • Hari/Tanggal: Senin, 12 Oktober 2026

  • Waktu: Pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai

  • Tempat: Lapangan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara, Sukodono, Kabupaten Lumajang.

2. Pelaksanaan Kegiatan

Dalam rangka memenuhi undangan SMK Wira Yudha Sakti Nusantara Lumajang, saya, Sukur Basuki, S.E., M.M., selaku Koordinator Pengawas, menghadiri kegiatan Pembukaan Peradaban Festival yang diselenggarakan oleh sekolah tersebut.

Kegiatan ini mengangkat peradaban olahraga melalui pertandingan bola voli, bola basket, dan futsal. Penyelenggaraan festival menjadi salah satu upaya sekolah untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan minat dan bakat olahraga, meningkatkan kebugaran jasmani, serta menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama, dan semangat berkompetisi secara sehat.

3. Hasil dan Manfaat Kegiatan

Kegiatan Peradaban Festival diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga dalam pembentukan karakter melalui aktivitas olahraga. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarpeserta, dan meningkatkan citra positif sekolah melalui kegiatan yang edukatif dan inspiratif.

4. Penutup

Kehadiran dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program sekolah dalam mengembangkan bakat, minat, kesehatan, dan karakter peserta didik. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter.

Jumat, 09 Oktober 2026

Pendampingan Gerakan Lingkungan Sekolah ASRI SMKN Tempursari

 




Kegiatan pendampingan di SMKN Tempursari berlanjut pada hari kedua (jumat 16 Oktober 2026) dengan kegiatan utama adalah bhakti lingkungan dalam rangka gerakan lingkungan sekolah ASRI.

Kegiatan ini merupakan rutin pada jumat pagi 15 menit pertama dimulai dengan apel siswa. Berkesempatan sebagai pembina apel saya menyampaiakan tentang pentingnya implementasi Budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).

Kamis, 08 Oktober 2026

Pendampingan dan SMKN Tempursari

 



Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, dilaksanakan kegiatan pendampingan program servis gratis dengan target 8.100 sepeda motor di seluruh SMK se-Jawa Timur. Kegiatan pendampingan kali ini dilaksanakan di SMKN Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Program servis gratis merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata SMK kepada masyarakat melalui pemanfaatan kompetensi keahlian peserta didik, khususnya pada bidang Teknik Sepeda Motor. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kompetensi teknis, budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan kepada pelanggan.

Selain pelayanan servis gratis, kegiatan di SMKN Tempursari juga diramaikan dengan bazar yang menampilkan produk-produk kewirausahaan guru dan peserta didik. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan memasarkan produk. Keberadaan unit produksi sekolah diharapkan semakin optimal dalam mendukung implementasi model pembelajaran Teaching Factory (TeFa), yaitu pembelajaran yang menghadirkan suasana dan standar kerja dunia usaha dan dunia industri di lingkungan sekolah.

Di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, aktivitas pembelajaran di sekolah tetap berlangsung. Agenda pembelajaran pada hari ini meliputi gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pelaksanaan Asesmen Tengah Semester. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelayanan kepada masyarakat, pengembangan kewirausahaan, dan pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara beriringan dengan pengelolaan yang baik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan SMKN Tempursari semakin mampu mengembangkan unit produksi sebagai wahana pembelajaran berbasis dunia kerja, memperkuat implementasi Teaching Factory, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dokumentasi kegiatan dapat disimak melalui tautan berikut: https://youtu.be/K41ZUIENQKM


Sesi ke 2 pukul 19.00 - 21.00 pembinaan untuk kepala sekolah dan para wk, kaprog, juga pengelola unit produksi, dengan tema dari unit produksi, teaching factory menuju BLUD.

Diskusi cukup seru tentang penyusunan SOP unit produksi yang memang sejak dibentuk tahun 2023 belum tersedia SOP yang dapat dijadikan sebagai pedoman pelaksanaan hingga pembagian/distribusi pendapatan.

Dalam paparan saya juga menjelaskan perbedaan unit produksi dan tefa hingga BLUD, 







Selasa, 06 Oktober 2026

Gladi Bersih TKA di SMK Mambaul Hikmah Tempeh

 


Pada hari Senin, 12 Oktober 2026, dilaksanakan kegiatan pendampingan pelaksanaan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Mambaul Hikmah Tempeh. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan, sarana dan prasarana, serta peserta didik dalam menghadapi pelaksanaan TKA.

Kegiatan gladi bersih diikuti oleh 22 orang peserta yang dibagi menjadi 2 kelompok untuk menyesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana serta pengaturan pelaksanaan ujian. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti tahapan gladi bersih sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil pendampingan, pelaksanaan gladi bersih TKA di SMK Mambaul Hikmah Tempeh berjalan dengan lancar dan tertib. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta didik dan panitia, sekaligus meminimalkan kendala teknis pada saat pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.

Tindak lanjut :

  • agar dipersiapkan dan dipastikan kelayakan perangkat komputer dan jaringan sehingga pelaksanaan TKA lancar dan sukses


Senin, 05 Oktober 2026

Apel Senin dan FGD Pengawas Sekolah

 Amanat pembina apel (kasubag taus) antara lain tentang:

  • Agenda HUT Provinsi Jatim
  • Agenda Gempita, cabdin jember tertinggi
  • Pelaksanaan TKA yang meruapakan agenda nasional perlu pengawalan sehingga pelaksanaannya lancar tanpa adanya kendala.

Agenda FGD bersama para pengawas sekolah :
  • Kegiatan minggu ini fokus pada Persiapan TKA, HGN, Gempita, SMA Award dan HUT Prov. Jatim
  • Supervisi akademik bagi pengawas adalah tugas pokok dan fungsi Kepala Sekolah, angan sampai kita sebagai pengawas menggantikan tupoksi tersebut. Melakukan supervisi akademik dapat dilalui dengan berbagai cara, seperti: Studi dokumen dan studi laporan.
  • Untuk persiapan TKA, minggu ini kegiatan fokus pada Gladi bersih TKA. Mari mengingatkan sekolah untuk mengatur keikutsertaan TKA dengan baik. 
  • Pertimbangkan jumlah komputer yang tersedia, jumlah murid, dan sosial geografis untuk sekolah-sekolah tertentu (Pronojiwo, Tempursari, dll)
  • Senantiasa mengingatkan sekolah agar fokus pada KBM, di tengah gempuran kegiatan non akademik dari Provinsi
  • Dokumen akuntabilitas kepala sekolah: KSP, RKT, RKAS, RPP, Jurnal Harian KS.
  • Bulan september menjadi fokus supervisi akademis (Perencanaan, Pelaksanaan, dan Penilaian/Evaluasi)
  • Mohon mengingatkan sekolah untuk membuat surat kepada pihak-pihak terkait, memastikan agar TKA berjalan lancar tanpa ada hambatan. (PLN, Provider internet,
  • dll)


Selasa, 29 September 2026

Pendampingan SMK Nurul Qur'an Klakah

 


Kunjungan hari ini adalah ke SMK Nurul Quran Klakah, DItemua oleh kepala sekolah, operator sekolah dan semua guru warga sekolah.
Temuan :
  • Sekolah sedang membangun 2 lokal ruang kelas, sumber dana adalah bantuan revitalisasi sekolah melalui jalur aspirasi.
  • Penerima bantuan dan pelaksana pembangunan adalah pihak yayasan, sehingga kepala sekolah dan guru tidak ikut terlibat dalam proses pembangunan
  • Kegiatan pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan jadwal yang telah disusun
  • Kepala sekolah berencana melaksanakan kegiatan kunjungan industri untuk siswa kelas XI
  • Jumlah murid kelas X sebanyak 19 orang dan kelas XI adalah 15 orang total 34 orang, sedangkan untuk kelas XII sebanyak 11 orang masih merupakan murid dari SMK induk.
  • Aplikasi Dapodik masih belum dapat melakukan verval PD
  • Ijin operasional masih belum terbit karena terkendala belum memiliki IMB dan sedang dilakukan pengurusan melalui pihak ketiga dengan biaya sekitar Rp 40 juta dan sudah pembayaran 50%
  • Persyaratan menerima BOS telah dilakukan dengan melengkapi data-data di dapodik, tetapi belum ada informasi dan perintah lebih lanjut dari cabang dinas
Rekomendasi/Tindak Lanjut :
  • Agar diikuti proses pengurusan IMB untuk segera melengkapi berkas pengurusan perpanjangan ijin operasional
  • Agar kepala sekolah dan operator sekolah segera aktif berkoordinasi dengan cabang dinas terkait pengusulan penerima BOS, sehingga tahun 2027 sekolah sudah dapat menerima BOS maupun BPOPP.
  • Agar segala kegiatan yang melibatkan pendanaan dari siswa/orang tua murid selalu dilengkapi dengan surat pernyataan dan mengetahui orang tua murid

Senin, 28 September 2026

Apel Senin & FGD Pengawas Sekolah

 


Apel pagi ini sebagai pembina adalah kasubag tata usaha yang dalam amanatnya masih seputar persiapan pelaksanaan TKA, Apresiasi GTK dan Gempita. Diharapkan para staf dan pengawas sekolah terus mendorong keikutsertaan para guru dan tendik dalam ajang lomba tersebut.

Selanjutnya FGD bersama pengawas sekolah yang menjadi perbincangan adalah :
  • Beberapa kali kegiatan baik daring maupun luring baik di Cabang Dinas maupun undangan kegiatan dari provinsi minim koordinasi dan delegasi. Tetapi sebagai pengawas kita tetap mengikuti proses dan kegiatan sebagaimana mestinya.
  • Untuk HGN, karena nama-nama peserta telah diusulkan cabdin, maka yang mengikuti Coaching Klinis tetap nama-nama yang telah diusulkan.
  • Ketika Pengawas mendapatkan penugasan, silahkan bertanya terlebih dahulu mewakili siapa, apa saja yang perlu dipersiapkan dan kegiatan apa yang dilakukan.
  • Untuk Sekolah yang memiliki kelas jauh, TKA tetap harus dilaksanakan di sekolah ang terdata di dapodik
  • Untuk residu, tetap dikawal, sambungkan dengan operator, namun jangan sampai meninggalkan peserta TKA utama, Untuk setting dan sebagainya.

Senin, 21 September 2026

Rapat Koordinasi SMART TKA dan GEMPITA

 


Kegiatan hari ini sebagai Narasumber pada Rapat Koorinasi SMART dan Gempita yang diselenggarakan oleh cabang dinas pendidikan wilayah Jemeber secara daring melalui saluran zoom. Sebagai peserta adalah seluruh pengawas sekolah, kepala sekolah atau wakil kepala sekolah yang ditunjuk.

Mengawali materi dalam rapat ini secara berturut-turut sambutan pengarahan oleh Kasubag Tata Usaha yang juga plt Kasi SMA, sambutan kasi SMK dan arahan pembukaan oleh kepala cabang dinas bpk Iwan Triyono.

Sebagai nara sumber kali ini saya membawakan materi praktik baik dan pengalaman sebagai pemenang juara 1 gempita tahun 2024 dengan kategori pengawas inspiratif.











Apel & FGD Merupakan Kegiatan Rutin

 


Tema amanat pembina apel pagi ini antara lain tentang agena TKA dan Lomba Gempita, dengan pesan agar semua pihak terutama pengawas sekolah untuk dapat bersama-sama mendorong satuan pendidikan agar meningkatkan keikutsertaan dalam ajang gempita serta peningkatan kualitas/prestasi TKA 2026.

Tema tersebut dilanjutkan dalam FGD bersama para pengawas sekolah, yang juga menindaklanjuti hasil koordinasi bersama kasubag yaitu penunjukan pengawas sekolah sebagai peserta/wakil cabang dinas pendidikan wilayah jember dalam ajang gempita.

  1. Koordinasi TKA dan Gempita yang diinisiasi oleh Pejabat struktural
  2. Dalam waktu dekat, ada berbagai kegiatan lomba dan apresiasi. Sehingga mari kita dukung dan sukseskan sesuai tupoksi masing masing
  3. Mari kita dorong sekolah binaan agar semangat mengikuti Gempita dengan mendaftar dan mengirimkan karya.
  4. Untuk perwakilan pengawas ke HGN, akan dikoordinasikan lebih lanjut. Terkait nama-nama yang diusulkan.
  5. Sekolah diminta agar ada standar mutu di setiap sekolah berdasarkan data. Standar mutu meliputi satandar internal dan eksternal.
  6. Mindset terkait literasi dan numerasi di gugus sasaran memiliki perbedaan antar gugus sekolah negeri dan gugus sekolah swasta. Bimtek ini berusaha merubah mindset terkait urgensi literasi dan numerasi. Hasil kerangka TKA tahun lalu di dashboard TKA termasuk data perolehan masing masing sekolah
  7. Mayoritas peserta di SMA sasaran belum memahami pemanfaatan PID
  8. Perlunya berbagi praktik baik, terkait materi SPMI, literasi/numerasi dan Digitalisasi Pendidikan/ pemanfaatan PID. Jadwal akan dikoordinasikan lebih lanjut

Jumat, 18 September 2026

Lounching Jelas Go Global

 


Agenda cabang dinas pendidikan wilayah kab Jember hari ini adalah meluncurkan satu gerakan lagi yaitu JELAS GO GLOBAL.
Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas lulusan SMA/SMK/SLB yang berkiprah di skala internasional, yaitu kuliah di luar negeri, magang, kerja di luar negeri. Sebagai praktik baik saat ini sudah ada beberapa lulusan yang sedang kuliah maupu kerja di china, jepang, jerman, dll.

JELAS GO GLOBAL adalah akronim dari Jember-Lumajang-Edukasi-Linkage-Achivement & Sinergi-Menuju Dunia Global. Kegiatan hari ini diikuti seluruh kepala sekolah, Pengawas Sekolah, dan guru BK, dibuka langsung oleh kepala cabang dinas bpk Iwan Triyono yang dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas capaian prestasi yang sudah diraih selama ini dan berharap untuk terus ditingkatkan di masa yang akan datang.

Sebagai salah satu nara sumber saya selaku koordinator pengawas membawakan paparan berjudul SMK Go Global.



Tindak Lanjut :
  • Setiap sekolah menyusun program dan melaksanakan peningkatan pembelajaran secara nyata
  • Pengawas sekolah memotivasi mendorong dan mendampingi setiap sekolah binaannya

Kamis, 17 September 2026

Grebeg Maulid di SMKN Pasirian

 


Memenuhi undangan kepala SMK Negeri Pasirian, hari ini menghadiri kegiatan grebeg maulid nabi yang dimotori oleh tim pokja kesiswaan. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi warga sekolah untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah.

Grebeg Maulid dikemas sebagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diajak untuk memahami kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, kasih sayang, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan dengan tampilan para siswa per jurusan yang menampilkan karya berupa gunungan terbut dari berbagai makanan ringan serta sembako. Gunungan diarak sesuai dengan rute yang ditentukan diikuti dengan atraksi kesenian dari para siswa yang juga menunjukkan kekhidmatan sekaligus kebersamaan. Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Nuansa Grebeg Maulid juga menjadi simbol kebersamaan warga sekolah dalam merawat tradisi positif sekaligus memperkuat budaya sekolah yang religius dan berkarakter.

Hadir pada pagi hari ini adalah para anggota komite sekolah, yang menyaksikan kegiatan dari awal hingga selesei. Kegiatan lain yang sudah dilaksanakan adalah pemilihan ketua dan pengurus OSIS, dan hari selanjutnya (Jumat 19 September 2026) adalah pengajian dan sholawatan dengan menghadirkan para orang tua siswa. 

Bagi peserta didik SMK, peringatan Maulid Nabi memiliki relevansi yang kuat dengan pembentukan karakter lulusan. Kompetensi kejuruan yang baik perlu berjalan seiring dengan karakter yang unggul. Keteladanan Rasulullah dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk membangun sikap jujur, amanah, bertanggung jawab, bekerja keras, menghargai orang lain, dan memiliki kepedulian sosial, yang tidak lain adalah dimensi dari profil lulusan sebagaimana yang dicita-citakan dalam pembelajaran mendalam.

Kepala sekolah bersama seluruh warga SMK Negeri Pasirian terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Grebeg Maulid menjadi salah satu ruang pembelajaran kontekstual di luar kelas, di mana nilai-nilai agama, budaya, kebersamaan, dan karakter dapat dipraktikkan secara langsung.

Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan refleksi: sejauh mana keteladanan Rasulullah telah hadir dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah?

Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan satuan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi kehidupan serta dunia kerja.

Rabu, 16 September 2026

Senam Sehat & Bahagia Rabu Pagi, Wujudkan ASN Sehat dan BerAKHLAK di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember




Suasana pagi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang tampak lebih semarak. Seperti rutinitas setiap hari Rabu pagi, seluruh staf dan pengawas sekolah mengikuti kegiatan Senam Sehat sebagai bagian dari upaya membangun kebugaran jasmani sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja.

Senam sehat pada pagi hari ini terasa semakin istimewa karena diikuti dan dibersamai oleh tim guru SMAN 3 Lumajang beserta instrukturnya. Dengan gerakan senam yang dipandu secara energik, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.

Kegiatan tidak sekadar menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh. Senam bersama juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mencairkan suasana kerja, serta mempererat hubungan antarsesama staf dan pengawas sekolah. Setelah menjalani aktivitas pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan tanggung jawab, kegiatan olahraga bersama menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pikiran dan membangun energi positif sebelum melanjutkan tugas.

Senam Sehat dan Implementasi ASN BerAKHLAK

Senam sehat dapat dipandang sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan core values ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai Berorientasi Pelayanan tidak hanya tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dalam upaya membangun kondisi aparatur yang sehat dan siap memberikan pelayanan terbaik. Kebugaran fisik dan kesegaran pikiran menjadi salah satu modal penting bagi ASN dalam menjalankan tugas secara optimal.

Nilai Kompeten juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan ini. ASN dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas dan menjaga kualitas dirinya. Menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan produktivitas dan kesiapan dalam melaksanakan tugas kedinasan.

Sementara itu, suasana senam bersama memperkuat nilai Harmonis. Seluruh peserta mengikuti kegiatan tanpa membedakan jabatan maupun tugas. Staf dan pengawas sekolah dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, egaliter, dan penuh kebersamaan.

Kehadiran tim guru SMAN 3 Lumajang juga menjadi contoh nyata penerapan nilai Kolaboratif. Kegiatan yang dilaksanakan bersama antara Cabang Dinas dan satuan pendidikan menunjukkan bahwa membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan positif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Kolaborasi tidak hanya dilakukan dalam urusan administrasi dan program pendidikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memperkuat hubungan antarpelaku pendidikan.

Nilai Adaptif tercermin dari kesediaan warga kantor untuk membangun kebiasaan kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kebugaran, dan keseimbangan aktivitas kerja.

Membangun Budaya Kerja yang Sehat

Senam Rabu pagi menjadi lebih dari sekadar aktivitas olahraga rutin. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan budaya kerja sehat, positif, dan produktif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang.

Budaya kerja yang baik tidak hanya dibangun melalui aturan dan target kinerja, tetapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Ketika olahraga, kebersamaan, disiplin, dan kolaborasi menjadi bagian dari rutinitas, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat secara fisik sekaligus lebih kuat dalam hubungan sosial.

Bagi pengawas sekolah, kebiasaan positif tersebut juga dapat menjadi teladan yang dibawa ke sekolah binaan. Pengawas tidak hanya mendampingi sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran dan tata kelola, tetapi juga dapat memberikan inspirasi mengenai pentingnya membangun ekosistem sekolah yang sehat, aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Dengan semangat BerAKHLAK, Senam Sehat Rabu pagi diharapkan terus menjadi budaya positif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang: sehat badannya, segar pikirannya, kuat kebersamaannya, dan semakin optimal pelayanannya.