Tampilkan postingan dengan label Pembinaan Guru/KS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembinaan Guru/KS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

Refleksi Setahun Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik SMKN Al Maliki Sukodono

 




LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN

Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik

Satuan Pendidikan: SMK Al Maliki Sukodono
Hari/Tanggal: Jumat, 12 September 2026
Waktu: 13.00–16.00 WIB
Kegiatan: Pembinaan dan Pendampingan Kepala Sekolah dan Guru
Fokus: Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik

A. Latar Belakang

Pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam menjamin peningkatan mutu pendidikan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap kepala sekolah dan guru. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan administrasi sekolah, tetapi juga pada peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Implementasi Pembelajaran Mendalam yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun perlu dievaluasi melalui proses refleksi secara berkala. Refleksi menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana prinsip Pembelajaran Mendalam telah dipahami dan diterapkan dalam pembelajaran, sekaligus mengidentifikasi praktik baik, tantangan, perubahan yang telah terjadi, serta kebutuhan pengembangan lebih lanjut.

Dalam konteks tersebut, pengawas sekolah melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan di SMK Al Maliki Sukodono dengan tema “Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik.”

Supervisi akademik dalam kegiatan ini diposisikan bukan sebagai kegiatan untuk mencari kekurangan atau kesalahan guru, tetapi sebagai sarana refleksi, dialog profesional, pemberian umpan balik, dan perbaikan berkelanjutan. Guru didorong untuk melihat kembali praktik pembelajarannya, memahami dampaknya terhadap murid, dan merumuskan langkah perbaikan yang dapat dilakukan.

B. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Merefleksikan pelaksanaan Pembelajaran Mendalam selama satu tahun di SMK Al Maliki Sukodono.
  2. Mengidentifikasi praktik baik yang telah dilakukan kepala sekolah dan guru dalam mendukung Pembelajaran Mendalam.
  3. Mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam.
  4. Menganalisis keterlaksanaan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam proses pembelajaran.
  5. Mendorong guru melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar murid melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  6. Memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan hasil supervisi akademik.
  7. Menyusun rencana tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

C. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan pada:

Jumat, 12 September 2026, pukul 13.00–16.00 WIB di SMK Al Maliki Sukodono.

Kegiatan diawali dengan membangun suasana dialog yang terbuka antara pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Pengawas menyampaikan bahwa supervisi akademik merupakan bagian dari proses pendampingan profesional. Oleh karena itu, guru diberikan kesempatan untuk mengemukakan pengalaman selama melaksanakan pembelajaran, termasuk keberhasilan, kendala, dan hal-hal yang masih dirasakan perlu diperbaiki.

Refleksi kemudian diarahkan pada pengalaman guru selama satu tahun menerapkan Pembelajaran Mendalam. Guru diajak melihat kembali perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam hal keterlibatan murid, pemberian pengalaman belajar yang bermakna, aktivitas kolaboratif, pemecahan masalah, penggunaan konteks nyata, asesmen, serta pemberian umpan balik.

Dalam proses tersebut, supervisi akademik digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran nyata mengenai praktik pembelajaran. Hasil pengamatan dan telaah tidak berhenti pada pemberian penilaian, tetapi digunakan sebagai bahan dialog reflektif antara pengawas dan guru.

Pengawas memberikan penguatan terhadap praktik-praktik yang telah baik sekaligus memberikan masukan terhadap aspek yang masih dapat dikembangkan. Guru didorong untuk tidak memandang hasil supervisi sebagai nilai akhir, tetapi sebagai cermin untuk melihat kualitas pembelajaran dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.

D. Fokus Refleksi

Refleksi kegiatan diarahkan pada beberapa aspek utama:

AspekFokus Refleksi
BerkesadaranSejauh mana guru dan murid memahami tujuan pembelajaran dan terlibat secara sadar dalam proses belajar
BermaknaSejauh mana pembelajaran dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, dunia kerja, dan kebutuhan murid
MenggembirakanSejauh mana pembelajaran menciptakan suasana positif, aman, aktif, dan memotivasi murid
MemahamiBagaimana guru membantu murid membangun pemahaman terhadap konsep/materi
MengaplikasiBagaimana murid menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi nyata
MerefleksiBagaimana murid dan guru melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar
AsesmenSejauh mana asesmen digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar dan memperbaiki pembelajaran
Umpan balikBagaimana guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendorong perbaikan belajar

E. Hasil Kegiatan

Dari proses pembinaan dan refleksi, diperoleh beberapa catatan penting.

Pertama, implementasi Pembelajaran Mendalam perlu dipahami sebagai perubahan paradigma pembelajaran, bukan sekadar perubahan perangkat atau format perencanaan pembelajaran. Guru perlu terus didorong untuk memusatkan perhatian pada kualitas pengalaman belajar murid.

Kedua, supervisi akademik menjadi lebih bermakna ketika dilakukan melalui dialog reflektif. Guru dapat melihat hubungan antara perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan murid, asesmen, dan hasil belajar.

Ketiga, terdapat praktik pembelajaran yang telah mengarah pada Pembelajaran Mendalam, namun masih diperlukan penguatan agar prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan hadir secara konsisten dalam berbagai mata pelajaran.

Keempat, guru membutuhkan ruang untuk berbagi praktik baik dan belajar dari pengalaman rekan sejawat. Karena itu, tindak lanjut supervisi sebaiknya tidak berhenti pada guru secara individual, tetapi dikembangkan menjadi budaya belajar bersama di tingkat sekolah.

Kelima, hasil refleksi menunjukkan pentingnya menjadikan supervisi akademik sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu pembelajaran: merencanakan – melaksanakan – mengamati – merefleksikan – memperbaiki – dan mencoba kembali.

F. Kesimpulan

Kegiatan “Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik” di SMK Al Maliki Sukodono merupakan bagian dari upaya pengawas sekolah dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan kepala sekolah dan guru.

Kegiatan ini menegaskan bahwa supervisi akademik bukan sekadar kegiatan kontrol terhadap pelaksanaan pembelajaran, melainkan proses pendampingan profesional untuk membantu guru menemukan kekuatan, menyadari area yang perlu diperbaiki, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih baik.

Refleksi setelah satu tahun implementasi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar Pembelajaran Mendalam tidak berhenti sebagai konsep, tetapi semakin nyata dalam pengalaman belajar murid sehari-hari.


G. Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut hasil pembinaan dan supervisi akademik, direncanakan beberapa langkah berikut:

No.Rencana Tindak LanjutPelaksanaWaktuIndikator Keberhasilan
1Menyusun pemetaan hasil refleksi implementasi Pembelajaran Mendalam setiap guruKepala sekolah & guruSeptember 2026Tersedia pemetaan kekuatan dan aspek yang perlu diperbaiki
2Memilih praktik baik guru yang telah menunjukkan prinsip Pembelajaran MendalamKepala sekolahSeptember 2026Teridentifikasi praktik baik yang dapat direplikasi
3Melakukan perbaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil supervisiGuruSeptember–Oktober 2026Perencanaan semakin berorientasi pada pengalaman belajar murid
4Memperkuat pembelajaran kontekstual yang terkait dengan kehidupan nyata dan dunia kerjaGuruBerkelanjutanMurid lebih aktif mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
5Menguatkan asesmen formatif dan pemberian umpan balikGuruBerkelanjutanAsesmen digunakan untuk memperbaiki proses belajar, bukan hanya memberikan nilai
6Melaksanakan refleksi pembelajaran secara rutin bersama muridGuruSetiap akhir pembelajaran/unitTerdokumentasi refleksi murid dan guru
7Melaksanakan berbagi praktik baik melalui komunitas belajar sekolahKepala sekolah & guruMinimal 1 kali/bulanTerjadi berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran antar guru
8Melakukan supervisi akademik lanjutan dengan pendekatan reflektifPengawas sekolah & kepala sekolahOktober–November 2026Terlihat perubahan/perbaikan praktik pembelajaran
9Mendokumentasikan praktik baik implementasi Pembelajaran MendalamGuru & sekolahBerkelanjutanTersedia portofolio/dokumentasi praktik baik
10Melakukan refleksi tindak lanjut bersama pengawas sekolahPengawas, kepala sekolah & guruAkhir semesterTersusun rekomendasi pengembangan berikutnya

H. Komitmen Tindak Lanjut

Tindak lanjut kegiatan diarahkan pada terbentuknya siklus supervisi akademik yang berkelanjutan, yaitu:

Supervisi → Refleksi → Umpan Balik → Perbaikan → Implementasi → Supervisi Kembali.

Dengan siklus tersebut, supervisi akademik diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya refleksi dan budaya belajar guru, sehingga implementasi Pembelajaran Mendalam di SMK Al Maliki Sukodono semakin konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pengalaman belajar murid.

Pesan utama kegiatan:

“Supervisi bukan tentang mencari kesalahan guru, tetapi menghadirkan ruang refleksi agar guru terus bertumbuh dan pembelajaran semakin berdampak bagi murid.”



 

Selasa, 01 September 2026

Refleksi setahun Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik SMKN YP 17 Lunajang

 




Latar Belakang:
  • Bulan Sentember merupakan bulan efektif pembelajaran setelah masuk awal tahun bulan Juli dan kegiatan Agustusan
  • Salah satu tugas Kepala sekolah adalah Supervisi Akademik bagi para pendidik di sekolah masing-masing
  • Implementasi prinsip pembelajaran Mendalam telah berjalan satu tahun sejak diluncurkan tahun lalu
  • SMK YP 17 terdapat 2 lembaga dalam satu lokasi dan dalam perkembanganya dari tahun ke tahun dalam kategori stagnan atau belum ada perkembangan yang signifikan khususnya dalam hal jumlah murid, bahkan cenderung berkurang
  • Tahun ajaran 2026/2027 ini khusus untuk SMK YP17-01 ada sedikit pertumbuhan jumlah murid, yaitu sebanyak 48 orang dari 36 yang lulus, sedangkan sebaliknya terjadi penurunan drastis pada SMK YP 02.
Proses Pembinaan dan Pendampingan :
  • Pembinaan dimulai pukul 07.00 dengan saya awali keliling sekolah melihat proses pembelajaran, dengan temuan:
    • murid baru kelas X teknik kendaraan ringan ada 32 orang sedang di lapangan untuk mata pelajaran olahraga
    • Murid baru Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik pemesinan belajar dalam satu ruang untuk mata pelajaran umum dengan jumlah murid 12 orang
    • Murid kelas XI sedang pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran pilihan yaitu teknik pengelasan dengan memproduksi rak tempat pot bunga, sepatu, dll
  • Hari ini juga dilakukan pembukaan/dimulainya pemanfaatan tempat sampah daur ulang botol plastrik, ini sebagai bentuk menjaga lingkungan sekolah melalui pembudayaan pemilaiahan sampah plastik
  • Pembinaan tentang supervisi akademik dalam satu ruang yang diikuti oleh Kepala SMK YP17-01 bapk Ludi, dan Kepala SMK YP02 ibu Sucin beserta para guru dari kedua lembaga
  • Materi Pembinaan :
    • Tugas pokok Kepala Sekolah
    • Tugas pokok Pengawas Sekolah
    • Tugas Pokok Guru
    • Refleksi setahun implementasi pembelajaran mendalam (tanya jawab dan diskusi)
  • Supervisi akademik telah mulai dilaksanakan oleh para kepala sekolah dan timnya, namun instrumen yang digunakan belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam
Tindak Lanjut :
  • Kepala sekolah melanjutkan tahapan supervisi akademin sebagaimana yang telah dijadwalkan, telaan RPP, observasi kelas, dan tindak lanjut
  • Para guru perlu meningkatkan inovasi pembelajaran dengan pengembangan model-model pembelajaran proyek dan atau tefa





Rabu, 26 Agustus 2026

Pembinaan & Pendampingan SMKN Tempursari


Latar belakang
  • Setahun implementasi pembelajaran mendalam
  • SMKN Tempursari reakreditasi 2025 dg predikat A
  • KSP 2026/2027 telah disahkan provinsi
  • Perlunya peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi akademik oleh KS dan tim
  • Masa tugas KS baru promosi 1 bulan berjalan.
Proses pembinaan/pendampingan
  • Kegiatan dibuka oleh kepala sekolah bpk Sutran Mariyanto, dengan arahan bahwa SMKN Tempursari inggih lebih meningkat kualitas baik fisik maupun nonfisik
  • Pemetaan pola pikir bertumbuh dengan menggunakan instrumen 20 pertanyaan dengan hasil rata-rata pada predikat Grow Fix
  • Terhadap implementasi pembelajaran mendalam, sebagian guru berpendapat bahwa terdapat perbedaan dalam setiap kegiatan pembelajaran, yaitu ingin agar murid tidak cuma mengetahui tetapi juga harus dapat mengaplikasikan setiap materi pembelajaran
  • Untuk fisik kegiatan dan inovasi yang sudah dilakukan antara lain: peningkatan/rehab taman depan sekolah dengan instalasi sistem penyiaran otomatis dan reposisi taman
  • Pembangunan Gasebo di belakang sekolah yang sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah sementara, yang sudah dipindahkan/dibangun di gedung baru
  • Pembersihan dan tamanisasi selokan belakang sekolah
  • Optimalisasi fungsi ruang Pokja TSM yang sudah terbangun dan helium ditempati
  • Optimalisasi fungsi ruang TeFa untuk AVI dan TKJ yang sudah dibangun pada tahun sebelumnya
  • Optimalisasi fungsi RPS beserta peralatan yang merupakan bantuan pemerintah tahun 2025
  • Pembuatan garasi untuk kendaraan roda 3 dengan memanfaatkan selasar bangunan
  • Optimalisasi sistem hidroponik udah sudah dibangun tahun lalu
  • Relokasi ruang guru yaitu memindahkan guru kejuruan ke ruang Pokja masing-masing
  • Kegiatan non fisik yang sudah dilakukan antara lain: optimalisasi kegiatan komunitas belajar dengan mengadakan webinar setiap akhir Minggu secara daring, pembuatan sistem manajemen/smart kampus online/LMS dan pembaruan website sekolah. 
Analisis terhadap hasil pemetaan Pola Pikir Bertumbuh:

## Analisis Hasil Pemetaan Pola Pikir

Dari total 23 responden unik (1 Kepala Sekolah dan 22 Guru), rentang skor yang diperoleh berdasarkan instrumen adalah antara 0-60, dengan pengkategorian sebagai berikut: Fixed (F: 0-20), Fixed-Growth (FG: 21-33), Growth-Fixed (GF: 34-44), dan Growth (G: 45-60).

Berikut adalah hasil distribusinya:

Rata-rata Skor: 43,65 (berada di ambang atas kategori Growth-Fixed)
Kategori Growth (G): 9 Guru (39,1%) sudah memiliki pola pikir bertumbuh yang kuat.
Kategori Growth-Fixed (GF): 11 Guru dan 1 Kepala Sekolah (52,2%) berada di fase transisi dominan growth namun masih memiliki sisa-sisa fixed mindset.
Kategori Fixed-Growth (FG): 2 Guru (8,7%) masih didominasi oleh fixed mindset namun mulai menunjukkan potensi berkembang.
Kategori Fixed (F): 0 (Tidak ada responden di kategori terendah ini).

Berikut adalah visualisasi dari distribusi tersebut:



## Resume dan Fokus Pembinaan & Pendampingan

Meskipun secara umum ekosistem di SMKN Tempursari sudah condong ke arah Growth Mindset (tidak ada yang berada di kategori Fixed murni), masih ada lebih dari separuh tenaga pendidik (termasuk Kepala Sekolah) yang berada di zona transisi (GF dan FG).

Tindaklanjut: 
  • Penyusunan jadwal Supervisi Akademik dengan tim yang sudah di tetapkan
  • Menggunakan instrumen yang sudah disediakan dan dijelaskan oleh pengawas sekolah meliputi pra observasi/telaah RPP, observasi, dan instrumen umpan balik. 
  • Supervisi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berakhir sebelum akhir semester ganjil.

## Resume dan Fokus Pembinaan & Pendampingan


Meskipun secara umum ekosistem di SMKN Tempursari sudah condong ke arah Growth Mindset (tidak ada yang berada di kategori Fixed murni), masih ada lebih dari separuh tenaga pendidik (termasuk Kepala Sekolah) yang berada di zona transisi (GF dan FG).


Untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning), fokus pendampingan Anda dapat diarahkan pada area berikut:


1. Intervensi untuk Kelompok Growth-Fixed (Kepala Sekolah & Mayoritas Guru)

  • Fokus: Menghilangkan keraguan saat menghadapi kegagalan atau tantangan baru. Orang di fase ini seringkali percaya pada usaha, namun masih rentan merasa terancam oleh kritik (merujuk pada pernyataan instrumen No. 13 dan 14).


  • Strategi Pendampingan:

  • Untuk Kepala Sekolah: Lakukan coaching yang berfokus pada perannya sebagai role model. Ajak beliau untuk membagikan pengalaman kegagalannya dalam memimpin dan apa yang dipelajari dari hal tersebut kepada para guru. Ini akan menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis.

  • Untuk Guru: Fasilitasi forum diskusi (seperti Komunitas Belajar/Praktisi) di mana mereka secara rutin melakukan refleksi pembelajaran. Biasakan membingkai "siswa yang belum bisa" menjadi "siswa yang belum bisa (kekuatan kata yet)".


2. Intervensi Khusus untuk Kelompok Fixed-Growth (2 Guru dengan Skor Terendah)

  • Fokus: Kelompok ini mungkin masih menganggap bahwa kemampuan (seperti kecerdasan atau bakat seni/matematika) adalah bawaan lahir (merujuk pada pernyataan No. 6, 7, dan 8).

  • Strategi Pendampingan: Lakukan pendekatan mentoring individual (1-on-1). Berikan pemahaman dasar mengenai neuroplastisitas (bahwa otak berkembang seperti otot saat dilatih). Mulailah dengan memberikan tantangan-tantangan kecil (small wins) dalam mendesain pembelajaran mendalam, lalu berikan apresiasi spesifik pada proses/usaha mereka, bukan pada hasil akhirnya.


3. Pemberdayaan Kelompok Growth (9 Guru)

  • Fokus: Menjadikan mereka sebagai agen perubahan (change agents).

  • Strategi Pendampingan: Libatkan mereka sebagai mentor sebaya (peer-mentor) bagi guru di kelompok FG dan GF. Minta mereka untuk memimpin sesi micro-teaching tentang bagaimana mereka menerapkan prinsip deep learning di kelas dan bagaimana mereka mengelola tantangan saat siswa kesulitan beradaptasi.


Dengan memfokuskan pembinaan pada proses, kolaborasi, dan penerimaan terhadap umpan balik, transisi menuju Growth Mindset penuh akan lebih cepat tercapai, yang pada akhirnya akan mengakselerasi kualitas deep learning di sekolah tersebut.


Kamis, 07 Oktober 2021

Pembinaan Guru melalui Supervisi Akademik

Berdasar komunikasi dan koordinasi yang baik bersama sekuruh komponen sekolah, giat saya pagi ini menuju SMK Negeri Klakah sebagaimana pesan singkat dari Kepala Sekolah Drs. Widodo. S, MM nelalui WatsApp.



Supervisi akademik, antara kepala sekolah dan pengawas sekolah memiliki tupoksi yang sama.

Sehingga dalam pelaksanaannya dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pada sekolah, serta kesepakatan kedua belah pihak.

Sebagai awal dari tahapan kegiatan tersebut SMK Negeri Klakah telah membentuk Tim Supervisi serta jadwal pelaksanaannya.

Hari ini adalah koordinasi bersana semua anggota tim untuk menyepakati pelaksanaan sehingga berjalan dg baik.

Sebagai pencerah saya memaparkan materi terkait supervisi akademik dan tendik.