Rabu, 26 Agustus 2026

Pembinaan & Pendampingan SMKN Tempursari


Latar belakang
  • Setahun implementasi pembelajaran mendalam
  • SMKN Tempursari reakreditasi 2025 dg predikat A
  • KSP 2026/2027 telah disahkan provinsi
  • Perlunya peningkatan kualitas pelaksanaan supervisi akademik oleh KS dan tim
  • Masa tugas KS baru promosi 1 bulan berjalan.
Proses pembinaan/pendampingan
  • Kegiatan dibuka oleh kepala sekolah bpk Sutran Mariyanto, dengan arahan bahwa SMKN Tempursari inggih lebih meningkat kualitas baik fisik maupun nonfisik
  • Pemetaan pola pikir bertumbuh dengan menggunakan instrumen 20 pertanyaan dengan hasil rata-rata pada predikat Grow Fix
  • Terhadap implementasi pembelajaran mendalam, sebagian guru berpendapat bahwa terdapat perbedaan dalam setiap kegiatan pembelajaran, yaitu ingin agar murid tidak cuma mengetahui tetapi juga harus dapat mengaplikasikan setiap materi pembelajaran
  • Untuk fisik kegiatan dan inovasi yang sudah dilakukan antara lain: peningkatan/rehab taman depan sekolah dengan instalasi sistem penyiaran otomatis dan reposisi taman
  • Pembangunan Gasebo di belakang sekolah yang sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah sementara, yang sudah dipindahkan/dibangun di gedung baru
  • Pembersihan dan tamanisasi selokan belakang sekolah
  • Optimalisasi fungsi ruang Pokja TSM yang sudah terbangun dan helium ditempati
  • Optimalisasi fungsi ruang TeFa untuk AVI dan TKJ yang sudah dibangun pada tahun sebelumnya
  • Optimalisasi fungsi RPS beserta peralatan yang merupakan bantuan pemerintah tahun 2025
  • Pembuatan garasi untuk kendaraan roda 3 dengan memanfaatkan selasar bangunan
  • Optimalisasi sistem hidroponik udah sudah dibangun tahun lalu
  • Relokasi ruang guru yaitu memindahkan guru kejuruan ke ruang Pokja masing-masing
  • Kegiatan non fisik yang sudah dilakukan antara lain: optimalisasi kegiatan komunitas belajar dengan mengadakan webinar setiap akhir Minggu secara daring, pembuatan sistem manajemen/smart kampus online/LMS dan pembaruan website sekolah. 
Analisis terhadap hasil pemetaan Pola Pikir Bertumbuh:

## Analisis Hasil Pemetaan Pola Pikir

Dari total 23 responden unik (1 Kepala Sekolah dan 22 Guru), rentang skor yang diperoleh berdasarkan instrumen adalah antara 0-60, dengan pengkategorian sebagai berikut: Fixed (F: 0-20), Fixed-Growth (FG: 21-33), Growth-Fixed (GF: 34-44), dan Growth (G: 45-60).

Berikut adalah hasil distribusinya:

Rata-rata Skor: 43,65 (berada di ambang atas kategori Growth-Fixed)
Kategori Growth (G): 9 Guru (39,1%) sudah memiliki pola pikir bertumbuh yang kuat.
Kategori Growth-Fixed (GF): 11 Guru dan 1 Kepala Sekolah (52,2%) berada di fase transisi dominan growth namun masih memiliki sisa-sisa fixed mindset.
Kategori Fixed-Growth (FG): 2 Guru (8,7%) masih didominasi oleh fixed mindset namun mulai menunjukkan potensi berkembang.
Kategori Fixed (F): 0 (Tidak ada responden di kategori terendah ini).

Berikut adalah visualisasi dari distribusi tersebut:



## Resume dan Fokus Pembinaan & Pendampingan

Meskipun secara umum ekosistem di SMKN Tempursari sudah condong ke arah Growth Mindset (tidak ada yang berada di kategori Fixed murni), masih ada lebih dari separuh tenaga pendidik (termasuk Kepala Sekolah) yang berada di zona transisi (GF dan FG).

Tindaklanjut: 
  • Penyusunan jadwal Supervisi Akademik dengan tim yang sudah di tetapkan
  • Menggunakan instrumen yang sudah disediakan dan dijelaskan oleh pengawas sekolah meliputi pra observasi/telaah RPP, observasi, dan instrumen umpan balik. 
  • Supervisi harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berakhir sebelum akhir semester ganjil.

## Resume dan Fokus Pembinaan & Pendampingan


Meskipun secara umum ekosistem di SMKN Tempursari sudah condong ke arah Growth Mindset (tidak ada yang berada di kategori Fixed murni), masih ada lebih dari separuh tenaga pendidik (termasuk Kepala Sekolah) yang berada di zona transisi (GF dan FG).


Untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning), fokus pendampingan Anda dapat diarahkan pada area berikut:


1. Intervensi untuk Kelompok Growth-Fixed (Kepala Sekolah & Mayoritas Guru)

  • Fokus: Menghilangkan keraguan saat menghadapi kegagalan atau tantangan baru. Orang di fase ini seringkali percaya pada usaha, namun masih rentan merasa terancam oleh kritik (merujuk pada pernyataan instrumen No. 13 dan 14).


  • Strategi Pendampingan:

  • Untuk Kepala Sekolah: Lakukan coaching yang berfokus pada perannya sebagai role model. Ajak beliau untuk membagikan pengalaman kegagalannya dalam memimpin dan apa yang dipelajari dari hal tersebut kepada para guru. Ini akan menciptakan lingkungan yang aman secara psikologis.

  • Untuk Guru: Fasilitasi forum diskusi (seperti Komunitas Belajar/Praktisi) di mana mereka secara rutin melakukan refleksi pembelajaran. Biasakan membingkai "siswa yang belum bisa" menjadi "siswa yang belum bisa (kekuatan kata yet)".


2. Intervensi Khusus untuk Kelompok Fixed-Growth (2 Guru dengan Skor Terendah)

  • Fokus: Kelompok ini mungkin masih menganggap bahwa kemampuan (seperti kecerdasan atau bakat seni/matematika) adalah bawaan lahir (merujuk pada pernyataan No. 6, 7, dan 8).

  • Strategi Pendampingan: Lakukan pendekatan mentoring individual (1-on-1). Berikan pemahaman dasar mengenai neuroplastisitas (bahwa otak berkembang seperti otot saat dilatih). Mulailah dengan memberikan tantangan-tantangan kecil (small wins) dalam mendesain pembelajaran mendalam, lalu berikan apresiasi spesifik pada proses/usaha mereka, bukan pada hasil akhirnya.


3. Pemberdayaan Kelompok Growth (9 Guru)

  • Fokus: Menjadikan mereka sebagai agen perubahan (change agents).

  • Strategi Pendampingan: Libatkan mereka sebagai mentor sebaya (peer-mentor) bagi guru di kelompok FG dan GF. Minta mereka untuk memimpin sesi micro-teaching tentang bagaimana mereka menerapkan prinsip deep learning di kelas dan bagaimana mereka mengelola tantangan saat siswa kesulitan beradaptasi.


Dengan memfokuskan pembinaan pada proses, kolaborasi, dan penerimaan terhadap umpan balik, transisi menuju Growth Mindset penuh akan lebih cepat tercapai, yang pada akhirnya akan mengakselerasi kualitas deep learning di sekolah tersebut.


Senin, 24 Agustus 2026

Sertijab KS SMAN Senduro

 


Menghadiri undangan cabang dinas pendidikan wilayah jember di Lumajang dalam kegiatan serah terima jabatan kepala SMAN Senduro Dari ibu Rini Mujiarti kepada ibu Lely Krisnawati, MPd.

Ibu Rini sebagai kepala sekolah mengundurkan diri dan mengajukan diri untuk kembali menjadi guru. Hal ini merupakan kedua kali terjadi di lingkungan cabang dinas pendidikan wilayah Jember, setelah sebelumnya terjadi pada SMAN Klakah.

Sedangkan Ibu Lely merupakan WK Kurikulum pada sekolah tersebut yang diangkat sebagai Plt. Kepala Sekolah.

Kegiatan dihadiri langsung dengan penyerahan SK Penjunjukan PLt oleh Kepala Cabang dinas pendidikan disaksikan oleh pengurus MKKS SMA Lumajang serta jajaran struktural cabang dinas. Selain itu hadir juga para muspicam kecamatan senduro, komite sekolaah serta seluruh warga guru dan tendik SMAN Senduro.