SIstem Penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya, itulah yang dimaksud dengan pendidikan inklusif.
Pemerintah provinsi jawa timur ingin menjadi pioner dalam penerapan propram pendidikan inklusif. Oleh karena itu hari ini melalui cabang dinas pendidikan wilayah jember menggelar kegiatan optimalisasi pendampingan bagi satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif jenjang SMA/SMK yang merupakan kerja bareng Bidang Pembinaan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus DInas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan dilaksanakan di aula SMK Negeri 6 Jember dan diikuti oleh seluruh kepala SMA/SMK Negeri kabupaten jember dan lumajang beserta 1 orang guru BK atau yang membidangi. Hadir pada acara tersebut adalah Kepala Cabang DInas Pendidikan wilayah Jember Iwan Triyono yang dalam arahannya meyampaikan bahwa jawa timur adalah provinsi pioner dalam penerapan program inklusif, oleh karena itu diharapkan semua sekolah negeri baiik SMA maupun SMK di wilayah jember dan lumajang tidak ada alasan lagi untuk tidak menerima anak berkebutuhan khusus dalam SPMB yang akan datang, dan tidak ada lagi aduan dari masyarakat orang tua karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri.
Sebagai nara sumber hadir tim pokja Pendidikan inklusif yang memberikan materi tentang dukungan pokja PI, Kebijakan pemerintah dalam implementasi pendidikan inklusif, juga praktik baik dari tim SMA Negeri Gedangan Sidoarjo.