sesuai undangan
Jumat, 06 November 2026
Senin, 02 November 2026
Monitoring TKA 2026 SMKN Klakah
MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026
SMK NEGERI KLAKAH
Hari/Tanggal: Senin, 2 November 2026
Waktu: Pukul 06.45–11.30 WIB
Satuan Pendidikan: SMK Negeri Klakah
Pelaksanaan: TKA Gelombang 2
Moda: Full Online
A. Pelaksanaan Kegiatan
Monitoring pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMK Negeri Klakah dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, pukul 06.45–11.30 WIB.
Sebagai Pengawas Sekolah yang memiliki tugas dan fungsi pemantauan pelaksanaan standar penilaian serta pendampingan satuan pendidikan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai ketentuan, lancar, tertib, dan aman.
Pelaksanaan TKA di SMK Negeri Klakah ikut Gelombang 2 dengan menggunakan moda Full Online. Pemantauan meliputi kesiapan satuan pendidikan, kehadiran pengawas ruang, kesiapan peserta, sarana prasarana, serta koordinasi petugas pelaksana.
B. Kondisi dan Potensi Kendala
Pada saat pelaksanaan monitoring, kondisi cuaca di wilayah Klakah sedang mengalami hujan lebat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beberapa kendala yang dapat memengaruhi kelancaran pelaksanaan TKA, antara lain:
Keterlambatan kehadiran pengawas ruang akibat kondisi cuaca dan perjalanan.
Keterlambatan peserta didik menuju lokasi ujian.
Gangguan pasokan listrik yang dapat menghambat operasional perangkat komputer.
Gangguan koneksi internet yang sangat dibutuhkan dalam moda Full Online.
Menghadapi kondisi tersebut, sekolah telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiagakan genset sebagai sumber listrik alternatif serta melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap kehadiran siswa agar seluruh peserta dapat mengikuti tes sesuai jadwal.
C. Hasil Monitoring dan Temuan
Berdasarkan hasil pemantauan langsung, diperoleh beberapa hasil sebagai berikut:
Jumlah peserta 260, terbagi menjadi 6 ruang lab komputer, dan 3 sesi, masing-masing 88, 89, 83 peserta.
Kesiapan pengawas ruang. Seluruh pengawas ruang hadir secara lengkap dan siap melaksanakan tugas pengawasan.
Kesiapan peserta. Meskipun kondisi cuaca hujan lebat, kehadiran dan kesiapan peserta dapat dikondisikan dengan baik oleh pihak sekolah.
Antisipasi gangguan listrik. Sekolah telah menyiagakan genset sebagai langkah mitigasi apabila terjadi pemadaman listrik.
Kesiapan jaringan dan sistem. Tidak ditemukan gangguan internet maupun kendala teknis yang menghambat pelaksanaan TKA.
Penguatan koordinasi. Pada kesempatan tersebut, Pengawas Sekolah memberikan briefing dan arahan secara langsung kepada seluruh pengawas ruang, khususnya terkait tugas, tanggung jawab, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga integritas pelaksanaan TKA.
Hal yang patut diapresiasi adalah berbagai potensi kendala akibat hujan lebat yang telah diantisipasi oleh sekolah ternyata tidak terjadi. Seluruh pengawas hadir, peserta dapat mengikuti kegiatan, dan pelaksanaan tes berlangsung dengan baik.
D. Analisis dan Apresiasi
Kesiapan SMK Negeri Klakah dalam menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung menunjukkan pentingnya manajemen risiko dalam penyelenggaraan asesmen berbasis digital.
Penyiapan genset, pengawalan peserta, serta koordinasi dengan pengawas ruang merupakan bentuk kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menjamin keberlangsungan pelaksanaan TKA.
Kehadiran Pengawas Sekolah tidak hanya sebatas melakukan pemantauan administratif, tetapi juga memberikan penguatan, arahan, dan pendampingan secara langsung kepada petugas pelaksana untuk memastikan standar penilaian terlaksana dengan baik.
Jumat, 30 Oktober 2026
Visitasi Perpanjangan IJOP SMK 02 YP17 Lumajang
1. Dasar Kegiatan
Menindaklanjuti Nota Dinas Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.3/6434.4/101.3/2026 tanggal 26 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Verifikasi untuk Rekomendasi Izin Perpanjangan Operasional, dilaksanakan visitasi dan verifikasi teknis di SMK 02 YP 17 Lumajang.
2. Hasil Visitasi dan Temuan
Berdasarkan hasil visitasi, diperoleh beberapa informasi sebagai berikut:
Jumlah peserta didik secara keseluruhan sebanyak 70 murid, dengan rincian:
Kelas X: 30 murid.
Kelas XI: 20 murid.
Kelas XII: 20 murid.
Sebagian besar murid kelas X merupakan santri yang tinggal di salah satu pondok pesantren.
Pelaksanaan pembelajaran bagi murid yang berasal dari pondok pesantren dilaksanakan satu kali dalam seminggu, dengan mekanisme penjemputan murid dari lokasi pondok pesantren menuju sekolah.
Pola penyelenggaraan pembelajaran tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya terkait pemenuhan ketentuan penyelenggaraan pendidikan, keterlaksanaan pembelajaran, serta pemenuhan beban belajar peserta didik.
3. Catatan dan Rekomendasi
Sekolah perlu memastikan bahwa pola pembelajaran yang diterapkan tetap memenuhi standar nasional pendidikan dan ketentuan kurikulum yang berlaku, terutama terkait ketercukupan waktu pembelajaran, kehadiran peserta didik, ketercapaian kompetensi, serta dokumentasi proses pembelajaran.
Selain itu, perlu dilakukan pendalaman terhadap mekanisme kerja sama antara sekolah dengan pondok pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik yang bersangkutan.
-
Bertempat di aula cabang dinas pendidikan Wilayah jember di kota Jember, hari ini untuk pertama kali dan mengawali tahun anggaran 2026 rakor...
-
Disalin dari modul 1.4 Program Pendidikan Guru Penggerak Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang di benak Anda? Apa yang terlin...
-
Rabu 5 Agustus 2026 Didasari oleh rekap Epresensi yang dilakukan oleh staf kepegawaian cabang dinas pendidikan maka ditemukan di SMKN Pasiri...


