Jumat, 30 Oktober 2026

Visitasi Perpanjangan IJOP SMK 02 YP17 Lumajang

 

1. Dasar Kegiatan

Menindaklanjuti Nota Dinas Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.3/6434.4/101.3/2026 tanggal 26 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Verifikasi untuk Rekomendasi Izin Perpanjangan Operasional, dilaksanakan visitasi dan verifikasi teknis di SMK 02 YP 17 Lumajang.

Nodin visitasi SMK 02 YP17 Lumajang.pdf

2. Hasil Visitasi dan Temuan

Berdasarkan hasil visitasi, diperoleh beberapa informasi sebagai berikut:

  • Jumlah peserta didik secara keseluruhan sebanyak 70 murid, dengan rincian:

    • Kelas X: 30 murid.

    • Kelas XI: 20 murid.

    • Kelas XII: 20 murid.

  • Sebagian besar murid kelas X merupakan santri yang tinggal di salah satu pondok pesantren.

  • Pelaksanaan pembelajaran bagi murid yang berasal dari pondok pesantren dilaksanakan satu kali dalam seminggu, dengan mekanisme penjemputan murid dari lokasi pondok pesantren menuju sekolah.

  • Pola penyelenggaraan pembelajaran tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya terkait pemenuhan ketentuan penyelenggaraan pendidikan, keterlaksanaan pembelajaran, serta pemenuhan beban belajar peserta didik.

3. Catatan dan Rekomendasi

Sekolah perlu memastikan bahwa pola pembelajaran yang diterapkan tetap memenuhi standar nasional pendidikan dan ketentuan kurikulum yang berlaku, terutama terkait ketercukupan waktu pembelajaran, kehadiran peserta didik, ketercapaian kompetensi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Selain itu, perlu dilakukan pendalaman terhadap mekanisme kerja sama antara sekolah dengan pondok pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik yang bersangkutan.

Kamis, 29 Oktober 2026

Monitoring TKA SMKN Tempursari



MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026

SMK NEGERI TEMPURSARI

Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Satuan Pendidikan: SMK Negeri Tempursari
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026

A. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMK Negeri Tempursari dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memantau keterlaksanaan TKA, kesiapan sarana dan prasarana, serta upaya satuan pendidikan dalam mengantisipasi berbagai kendala selama pelaksanaan tes.

SMK Negeri Tempursari berada di wilayah dengan karakteristik geografis yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi tersebut memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait kestabilan pasokan listrik yang dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan tes berbasis komputer.

B. Hasil Monitoring dan Temuan

Berdasarkan hasil pemantauan, diperoleh beberapa temuan sebagai berikut:

  1. Gangguan pasokan listrik. Pada hari pertama pelaksanaan TKA terjadi beberapa kali pemadaman listrik. Kondisi ini merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi di wilayah Tempursari sebagai daerah dengan karakteristik 3T.

  2. Kesiapan antisipasi sekolah. Sekolah telah mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik dengan menyediakan genset sebagai sumber listrik alternatif. Ketika terjadi pemadaman, pelaksanaan dapat tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan genset yang telah disiapkan.

  3. Penguatan kesiapan mental peserta. Sebelum memasuki ruang ujian pada setiap sesi, seluruh siswa terlebih dahulu dikumpulkan dan diberikan briefing oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

  4. Pembinaan dan pengarahan peserta. Kegiatan briefing menjadi langkah positif untuk memberikan arahan, motivasi, mengingatkan tata tertib, serta mempersiapkan kesiapan mental siswa sebelum mengikuti TKA.

C. Analisis dan Rekomendasi

Berdasarkan temuan tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian:

  1. Kesiapan genset merupakan bentuk mitigasi risiko yang baik dan perlu dipertahankan, mengingat kondisi pasokan listrik di wilayah Tempursari yang belum selalu stabil.

  2. Sekolah perlu memastikan kapasitas genset mencukupi kebutuhan seluruh perangkat dan jaringan pendukung TKA.

  3. Perlu dilakukan pemeriksaan dan uji coba genset sebelum pelaksanaan setiap sesi, termasuk memastikan ketersediaan bahan bakar.

  4. Praktik briefing peserta sebelum memasuki ruang ujian dapat dipertahankan sebagai bentuk penguatan kesiapan, kedisiplinan, dan ketenangan siswa.

  5. Pengalaman SMKN Tempursari dalam mengantisipasi kendala listrik dapat menjadi praktik baik bagi satuan pendidikan lain yang memiliki karakteristik wilayah dan tantangan infrastruktur serupa.