Senin 1 Juni 2026
Sebagaimana nota dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tanggal : 29 Mei 2026 Nomor : 400.14.1.1/3068.1/101.1/2026 Hal : Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, maka pagi ini (Senin 2 Juni 2026) bertempat di halaman kantor cabang dinas pendidikan wilayah jember di Lumajang bersama seluruh pengawas dan staf dilaksanakan upacara.
Format upacara disesuaikan dengan kondisi dan modifikasi antara lain, tidak ada pengibaran bendera artinya posisi bendera sudah dalam keadaan terpasang, tidak ada obade, pasukan peserta upacara dalam barisan berjajar. Ini semua dikarenakan jumlah personil di kantor cabang yang terbatas atau tidak mencukuppi untuk pelaksanaan upacara sebagaimana lazimnya.
Namun dengan tidak mengurangi esensi peringatan, upacara ini dapat terlaksana dengan khidmat, Sata koordinator pengawas selaku pembina upacara menyampaikan pidato tertulis sebagaimana petunjuk, yang berisi refleksi dan makna serta implementasi nilai-nilai pancasila di era sekarang.
Setiap tanggal 1 Juni, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal di kalender. Kita sedang merayakan titik balik sejarah, hari di mana fondasi terbesar bangsa ini dilahirkan. Bung Karno, dalam pidatonya tahun 1945, menggali mutiara-mutiara berharga dari bumi Nusantara untuk dirumuskan menjadi lima prinsip abadi: *Pancasila*.
Pancasila bukan hanya untuk dihafal saat upacara hari Senin. Pancasila juga bukan pajangan dinding yang berdebu di ruang kelas atau kantor. Pancasila adalah *titik temu* yang menyatukan keberagaman kita dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Di tengah perbedaan suku, ras, agama, dan golongan, Pancasila hadir sebagai rumah bersama. "Pancasila adalah panduan moral, jangkar penyeimbang, dan kompas yang mengarahkan ke mana bangsa ini harus melangkah."
Hari ini, tantangan kita bukan lagi melawan penjajah dengan bambu runcing. Tantangan kita saat ini adalah melawan hoaks, radikalisme, egoisme, dan kemalasan. Di era digital yang serba cepat ini, nilai-nilai Pancasila harus tetap hidup dalam jempol kita saat bermedia sosial, dalam tutur kata kita sehari-hari, dan dalam tindakan nyata kita.
Mari kita jadikan momentum 1 Juni ini sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri. Sudahkah perilaku kita mencerminkan nilai-nilai Pancasila?
Sebagai akhir dari sambutan ini, saya mengajak seluruh peserta upacara untuk terus membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bangun [Sekolah / Instansi / Daerah] kita tercinta ini dengan semangat gotong royong, kerja keras, dan integritas.