Selasa, 29 September 2026

Pendampingan SMK Nurul Qur'an Klakah

 


Kunjungan hari ini adalah ke SMK Nurul Quran Klakah, DItemua oleh kepala sekolah, operator sekolah dan semua guru warga sekolah.
Temuan :
  • Sekolah sedang membangun 2 lokal ruang kelas, sumber dana adalah bantuan revitalisasi sekolah melalui jalur aspirasi.
  • Penerima bantuan dan pelaksana pembangunan adalah pihak yayasan, sehingga kepala sekolah dan guru tidak ikut terlibat dalam proses pembangunan
  • Kegiatan pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan jadwal yang telah disusun
  • Kepala sekolah berencana melaksanakan kegiatan kunjungan industri untuk siswa kelas XI
  • Jumlah murid kelas X sebanyak 19 orang dan kelas XI adalah 15 orang total 34 orang, sedangkan untuk kelas XII sebanyak 11 orang masih merupakan murid dari SMK induk.
  • Aplikasi Dapodik masih belum dapat melakukan verval PD
  • Ijin operasional masih belum terbit karena terkendala belum memiliki IMB dan sedang dilakukan pengurusan melalui pihak ketiga dengan biaya sekitar Rp 40 juta dan sudah pembayaran 50%
  • Persyaratan menerima BOS telah dilakukan dengan melengkapi data-data di dapodik, tetapi belum ada informasi dan perintah lebih lanjut dari cabang dinas
Rekomendasi/Tindak Lanjut :
  • Agar diikuti proses pengurusan IMB untuk segera melengkapi berkas pengurusan perpanjangan ijin operasional
  • Agar kepala sekolah dan operator sekolah segera aktif berkoordinasi dengan cabang dinas terkait pengusulan penerima BOS, sehingga tahun 2027 sekolah sudah dapat menerima BOS maupun BPOPP.
  • Agar segala kegiatan yang melibatkan pendanaan dari siswa/orang tua murid selalu dilengkapi dengan surat pernyataan dan mengetahui orang tua murid

Senin, 28 September 2026

Apel Senin & FGD Pengawas Sekolah

 


Apel pagi ini sebagai pembina adalah kasubag tata usaha yang dalam amanatnya masih seputar persiapan pelaksanaan TKA, Apresiasi GTK dan Gempita. Diharapkan para staf dan pengawas sekolah terus mendorong keikutsertaan para guru dan tendik dalam ajang lomba tersebut.

Selanjutnya FGD bersama pengawas sekolah yang menjadi perbincangan adalah :
  • Beberapa kali kegiatan baik daring maupun luring baik di Cabang Dinas maupun undangan kegiatan dari provinsi minim koordinasi dan delegasi. Tetapi sebagai pengawas kita tetap mengikuti proses dan kegiatan sebagaimana mestinya.
  • Untuk HGN, karena nama-nama peserta telah diusulkan cabdin, maka yang mengikuti Coaching Klinis tetap nama-nama yang telah diusulkan.
  • Ketika Pengawas mendapatkan penugasan, silahkan bertanya terlebih dahulu mewakili siapa, apa saja yang perlu dipersiapkan dan kegiatan apa yang dilakukan.
  • Untuk Sekolah yang memiliki kelas jauh, TKA tetap harus dilaksanakan di sekolah ang terdata di dapodik
  • Untuk residu, tetap dikawal, sambungkan dengan operator, namun jangan sampai meninggalkan peserta TKA utama, Untuk setting dan sebagainya.

Senin, 21 September 2026

Rapat Koordinasi SMART TKA dan GEMPITA

 


Kegiatan hari ini sebagai Narasumber pada Rapat Koorinasi SMART dan Gempita yang diselenggarakan oleh cabang dinas pendidikan wilayah Jemeber secara daring melalui saluran zoom. Sebagai peserta adalah seluruh pengawas sekolah, kepala sekolah atau wakil kepala sekolah yang ditunjuk.

Mengawali materi dalam rapat ini secara berturut-turut sambutan pengarahan oleh Kasubag Tata Usaha yang juga plt Kasi SMA, sambutan kasi SMK dan arahan pembukaan oleh kepala cabang dinas bpk Iwan Triyono.

Sebagai nara sumber kali ini saya membawakan materi praktik baik dan pengalaman sebagai pemenang juara 1 gempita tahun 2024 dengan kategori pengawas inspiratif.











Apel & FGD Merupakan Kegiatan Rutin

 


Tema amanat pembina apel pagi ini antara lain tentang agena TKA dan Lomba Gempita, dengan pesan agar semua pihak terutama pengawas sekolah untuk dapat bersama-sama mendorong satuan pendidikan agar meningkatkan keikutsertaan dalam ajang gempita serta peningkatan kualitas/prestasi TKA 2026.

Tema tersebut dilanjutkan dalam FGD bersama para pengawas sekolah, yang juga menindaklanjuti hasil koordinasi bersama kasubag yaitu penunjukan pengawas sekolah sebagai peserta/wakil cabang dinas pendidikan wilayah jember dalam ajang gempita.

  1. Koordinasi TKA dan Gempita yang diinisiasi oleh Pejabat struktural
  2. Dalam waktu dekat, ada berbagai kegiatan lomba dan apresiasi. Sehingga mari kita dukung dan sukseskan sesuai tupoksi masing masing
  3. Mari kita dorong sekolah binaan agar semangat mengikuti Gempita dengan mendaftar dan mengirimkan karya.
  4. Untuk perwakilan pengawas ke HGN, akan dikoordinasikan lebih lanjut. Terkait nama-nama yang diusulkan.
  5. Sekolah diminta agar ada standar mutu di setiap sekolah berdasarkan data. Standar mutu meliputi satandar internal dan eksternal.
  6. Mindset terkait literasi dan numerasi di gugus sasaran memiliki perbedaan antar gugus sekolah negeri dan gugus sekolah swasta. Bimtek ini berusaha merubah mindset terkait urgensi literasi dan numerasi. Hasil kerangka TKA tahun lalu di dashboard TKA termasuk data perolehan masing masing sekolah
  7. Mayoritas peserta di SMA sasaran belum memahami pemanfaatan PID
  8. Perlunya berbagi praktik baik, terkait materi SPMI, literasi/numerasi dan Digitalisasi Pendidikan/ pemanfaatan PID. Jadwal akan dikoordinasikan lebih lanjut

Jumat, 18 September 2026

Lounching Jelas Go Global

 


Agenda cabang dinas pendidikan wilayah kab Jember hari ini adalah meluncurkan satu gerakan lagi yaitu JELAS GO GLOBAL.
Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas lulusan SMA/SMK/SLB yang berkiprah di skala internasional, yaitu kuliah di luar negeri, magang, kerja di luar negeri. Sebagai praktik baik saat ini sudah ada beberapa lulusan yang sedang kuliah maupu kerja di china, jepang, jerman, dll.

JELAS GO GLOBAL adalah akronim dari Jember-Lumajang-Edukasi-Linkage-Achivement & Sinergi-Menuju Dunia Global. Kegiatan hari ini diikuti seluruh kepala sekolah, Pengawas Sekolah, dan guru BK, dibuka langsung oleh kepala cabang dinas bpk Iwan Triyono yang dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas capaian prestasi yang sudah diraih selama ini dan berharap untuk terus ditingkatkan di masa yang akan datang.

Sebagai salah satu nara sumber saya selaku koordinator pengawas membawakan paparan berjudul SMK Go Global.



Tindak Lanjut :
  • Setiap sekolah menyusun program dan melaksanakan peningkatan pembelajaran secara nyata
  • Pengawas sekolah memotivasi mendorong dan mendampingi setiap sekolah binaannya

Kamis, 17 September 2026

Grebeg Maulid di SMKN Pasirian

 


Memenuhi undangan kepala SMK Negeri Pasirian, hari ini menghadiri kegiatan grebeg maulid nabi yang dimotori oleh tim pokja kesiswaan. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi warga sekolah untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah.

Grebeg Maulid dikemas sebagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diajak untuk memahami kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, kasih sayang, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan dengan tampilan para siswa per jurusan yang menampilkan karya berupa gunungan terbut dari berbagai makanan ringan serta sembako. Gunungan diarak sesuai dengan rute yang ditentukan diikuti dengan atraksi kesenian dari para siswa yang juga menunjukkan kekhidmatan sekaligus kebersamaan. Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Nuansa Grebeg Maulid juga menjadi simbol kebersamaan warga sekolah dalam merawat tradisi positif sekaligus memperkuat budaya sekolah yang religius dan berkarakter.

Hadir pada pagi hari ini adalah para anggota komite sekolah, yang menyaksikan kegiatan dari awal hingga selesei. Kegiatan lain yang sudah dilaksanakan adalah pemilihan ketua dan pengurus OSIS, dan hari selanjutnya (Jumat 19 September 2026) adalah pengajian dan sholawatan dengan menghadirkan para orang tua siswa. 

Bagi peserta didik SMK, peringatan Maulid Nabi memiliki relevansi yang kuat dengan pembentukan karakter lulusan. Kompetensi kejuruan yang baik perlu berjalan seiring dengan karakter yang unggul. Keteladanan Rasulullah dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk membangun sikap jujur, amanah, bertanggung jawab, bekerja keras, menghargai orang lain, dan memiliki kepedulian sosial, yang tidak lain adalah dimensi dari profil lulusan sebagaimana yang dicita-citakan dalam pembelajaran mendalam.

Kepala sekolah bersama seluruh warga SMK Negeri Pasirian terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Grebeg Maulid menjadi salah satu ruang pembelajaran kontekstual di luar kelas, di mana nilai-nilai agama, budaya, kebersamaan, dan karakter dapat dipraktikkan secara langsung.

Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan refleksi: sejauh mana keteladanan Rasulullah telah hadir dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah?

Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan satuan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi kehidupan serta dunia kerja.

Rabu, 16 September 2026

Senam Sehat & Bahagia Rabu Pagi, Wujudkan ASN Sehat dan BerAKHLAK di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember




Suasana pagi di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang tampak lebih semarak. Seperti rutinitas setiap hari Rabu pagi, seluruh staf dan pengawas sekolah mengikuti kegiatan Senam Sehat sebagai bagian dari upaya membangun kebugaran jasmani sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja.

Senam sehat pada pagi hari ini terasa semakin istimewa karena diikuti dan dibersamai oleh tim guru SMAN 3 Lumajang beserta instrukturnya. Dengan gerakan senam yang dipandu secara energik, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.

Kegiatan tidak sekadar menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh. Senam bersama juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mencairkan suasana kerja, serta mempererat hubungan antarsesama staf dan pengawas sekolah. Setelah menjalani aktivitas pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan tanggung jawab, kegiatan olahraga bersama menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pikiran dan membangun energi positif sebelum melanjutkan tugas.

Senam Sehat dan Implementasi ASN BerAKHLAK

Senam sehat dapat dipandang sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan core values ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai Berorientasi Pelayanan tidak hanya tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dalam upaya membangun kondisi aparatur yang sehat dan siap memberikan pelayanan terbaik. Kebugaran fisik dan kesegaran pikiran menjadi salah satu modal penting bagi ASN dalam menjalankan tugas secara optimal.

Nilai Kompeten juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan ini. ASN dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas dan menjaga kualitas dirinya. Menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan produktivitas dan kesiapan dalam melaksanakan tugas kedinasan.

Sementara itu, suasana senam bersama memperkuat nilai Harmonis. Seluruh peserta mengikuti kegiatan tanpa membedakan jabatan maupun tugas. Staf dan pengawas sekolah dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, egaliter, dan penuh kebersamaan.

Kehadiran tim guru SMAN 3 Lumajang juga menjadi contoh nyata penerapan nilai Kolaboratif. Kegiatan yang dilaksanakan bersama antara Cabang Dinas dan satuan pendidikan menunjukkan bahwa membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan positif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Kolaborasi tidak hanya dilakukan dalam urusan administrasi dan program pendidikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memperkuat hubungan antarpelaku pendidikan.

Nilai Adaptif tercermin dari kesediaan warga kantor untuk membangun kebiasaan kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kebugaran, dan keseimbangan aktivitas kerja.

Membangun Budaya Kerja yang Sehat

Senam Rabu pagi menjadi lebih dari sekadar aktivitas olahraga rutin. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan budaya kerja sehat, positif, dan produktif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang.

Budaya kerja yang baik tidak hanya dibangun melalui aturan dan target kinerja, tetapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Ketika olahraga, kebersamaan, disiplin, dan kolaborasi menjadi bagian dari rutinitas, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat secara fisik sekaligus lebih kuat dalam hubungan sosial.

Bagi pengawas sekolah, kebiasaan positif tersebut juga dapat menjadi teladan yang dibawa ke sekolah binaan. Pengawas tidak hanya mendampingi sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran dan tata kelola, tetapi juga dapat memberikan inspirasi mengenai pentingnya membangun ekosistem sekolah yang sehat, aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Dengan semangat BerAKHLAK, Senam Sehat Rabu pagi diharapkan terus menjadi budaya positif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang: sehat badannya, segar pikirannya, kuat kebersamaannya, dan semakin optimal pelayanannya.




Selasa, 15 September 2026

Sosialisasi Implementasi Jatim Learning Digital Vault (JLDV)

Berdasar nota dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tanggal 10 September 2026 nomor  400.3.3.1/5400/101.7.1/2026, tentang Sosialisasi Implementasi Jatim Learning Digital Vault (JLDV), maka hari ini hadir di ruang zoom yang telah disediakan.

Learning Digital Vault (JLDV) sebagai salah satu platform pembelajaran digital di Provinsi Jawa Timur, yang disiapkan oleh dinas pendidikan jawa timur sebagai solusi untuk memberikan akses belajar kepada seluruh masyarakat jawa timur.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala dinas pendidikan jawa timur Aries Agung P, dalam sambutannya menyampaikan agar platform ini dipar bermanfaat dalam memberikan akses secara menyeluruh kepada masyarakat jawa timur melalui digital. Diharapkan tidak hanya satu guru menguplod seribu konten, tetapi bagaimana banyak guru yang membuat dan menguplod konten-konten baerupa naskah, video dan lain-lain.



Materi disampaikan oleh ibu Titik dari TIKP:

Tentang Jatim Learning Digital Vault (JLDV)
Definisi: Platform pembelajaran digital yang dikembangkan oleh UPT. Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPT TIKP) Dindik Jatim.
Fitur Utama: Menyediakan ruang penyimpanan dan akses sumber belajar berbasis video, bank soal, serta modul interaktif.
Tujuan: Mendukung akses sumber belajar yang inovatif, mudah, dan relevan guna mendorong transformasi pembelajaran digital yang adaptif bagi guru dan siswa di Jawa Timur.
Cara Akses JLDV
Untuk mulai menggunakan platform ini, guru dan siswa dapat mengikuti langkah mudah berikut:
  • Kunjungi Laman Resmi: Akses platform pembelajaran ini secara langsung melalui situs resmi Jatim Learning Digital Vault.
  • Gunakan Akun Pembelajaran: Masuk (login) menggunakan akun resmi yang telah didistribusikan oleh pihak sekolah atau Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (biasanya terintegrasi dengan data pokok pendidikan/dapodik).
  • Pilih Jenjang Pendidikan: Setelah berhasil masuk, Anda dapat memilih materi yang dikategorikan berdasarkan jenjang SMA, SMK, dan SLB.

📦 Fitur Modul & Sumber Belajar Interaktif
Platform JLDV dirancang sebagai wadah penyimpanan digital (vault) yang kaya akan multimedia untuk mendukung proses belajar mengajar yang adaptif. Fitur utamanya meliputi:
  • Modul Interaktif (E-Modul): Bahan ajar digital yang tidak hanya berisi teks dan gambar statis, melainkan sudah dirangkai secara sistematis dengan elemen audio, grafik, dan simulasi interaktif. Fitur ini membantu siswa memahami konsep abstrak secara mandiri.
  • Ribuan Video Pembelajaran: Konten video berkualitas tinggi yang dibuat langsung oleh guru-guru terbaik di Jawa Timur. Video ini dirancang menarik, ringkas, dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  • Bank Soal & Asesmen: Kumpulan latihan soal untuk menguji pemahaman siswa. Fitur ini mempermudah guru dalam melakukan evaluasi secara berkala tanpa harus menyusun instrumen tes dari awal.
  • Akses Multiplatform: Dokumen dan modul di dalamnya dapat diakses dengan mudah melalui perangkat komputer (desktop) maupun smartphone untuk fleksibilitas belajar di mana saja.

Senin, 14 September 2026

Sosialisasi GEMPITA 2026

Berdasarkan nota dinas Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Tanggal : 11 September 2026 Nomor : 400.3.3.7 / 11538 / 101.5 / 2026, tentang Undangan Sosialisasi Pelaksanaan GEMPITA 2026, maka hari ini menghadiri Dalam rangka persiapan dan penyamaan persepsi terkait pelaksanaan GEMPITA Tahun 2026.

Peserta dalam kegiatan ini adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah se-Jawa Timur, MKKS SMA, SMK, dan SLB Negeri/Swasta, serta Pengawas Sekolah.

Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Bidang GTK bpk Mustakim, yang dalam arahanya menyampaikan bahwa terdapat beberapa inovasi yang berbeda dengan Gempita tahun sebelumnya, oleh karena itu diharapkan semua komponen dapat mengambil kesembatan dalam ajang lomba ini.

Materi tentang Gempiran disampaiakan oleh nara sumber ibu Ninik Pengawas cabdin Malang selaku koordinator panitia, 

Tentang teknis pendaftaran pada portal https://gempita.pgtkjatim.id/ disampaikan oleh ibu Anastasia pengawas Surabaya.



Tindak lanjut :
  • Menyiapkan karya untuk diajukan dalam ajang lomba ini

Apel & FGD Senin pagi

 



1. Uraian Kegiatan

Apel pagi hari Senin dan meeting/Focus Group Discussion (FGD) bersama para pengawas sekolah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, memperkuat koordinasi, serta menyatukan langkah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawas sekolah.

Pada apel pagi, amanat pembina apel diarahkan pada beberapa agenda strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA), Lomba Gempita.

TKA menjadi salah satu perhatian karena memerlukan kesiapan satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, dan terutama peserta didik. Para pengawas sekolah diharapkan dapat mengambil peran dalam melakukan pembinaan dan pemantauan agar sekolah binaan mempersiapkan pelaksanaan TKA secara optimal, baik dari sisi kesiapan peserta didik, pendidik, sarana prasarana, maupun pengelolaan teknis pelaksanaannya.

Agenda berikutnya adalah Lomba Gempita yang perlu dipersiapkan dan dikoordinasikan dengan baik. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menggali potensi, kreativitas, prestasi, dan karakter positif peserta didik.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan meeting/FGD bersama para pengawas sekolah. FGD menjadi ruang untuk melakukan diskusi, berbagi informasi, mengidentifikasi permasalahan di sekolah binaan, serta menyusun langkah bersama terkait agenda TKA, Lomba Gempita, dan rencana pelaksanaan PKKS.

Pembahasan mengenai PKKS bahwa sudah dibentuk tim perumus dari komponen Korwas dan mkps yang akan menyatukan rumusan seperti apa PKKS yang diinginkan pejabat struktural, agar tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, bahwa PKKS dilakukan melalui ruang gtk.

Melalui kegiatan apel dan FGD tersebut, diharapkan seluruh pengawas memiliki pemahaman yang sama terhadap agenda prioritas dan mampu menerjemahkannya dalam bentuk pembinaan dan pendampingan nyata di sekolah binaan.

2. Hasil Kegiatan

Beberapa hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut antara lain:

  1. Terbangunnya kesamaan persepsi para pengawas sekolah terhadap agenda prioritas pendidikan yang perlu segera ditindaklanjuti.
  2. Meningkatnya kesiapan pengawas dalam memberikan pembinaan dan pemantauan terkait pelaksanaan TKA di sekolah binaan.
  3. Teridentifikasinya kebutuhan koordinasi dalam persiapan dan pelaksanaan Lomba Gempita.
  4. Adanya pemahaman bersama tentang PKKS 
  5. Penguatan koordinasi dan komunikasi antar-pengawas dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul di sekolah binaan.
  6. Terbangunnya komitmen untuk menjadikan hasil koordinasi dalam FGD sebagai dasar pelaksanaan pendampingan di sekolah masing-masing.

3. Rencana Tindak Lanjut

  • Melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada kepala sekolah/guru terkait kesiapan TKA serta memantau persiapan sekolah binaan.
  • Mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekolah dan mengomunikasikan kebutuhan penyelesaian kepada pihak terkait.
  • Lomba Gempita Mendorong sekolah binaan mempersiapkan peserta.
  • Tentang PKKS menunggu hasil koordinasi bersama pejabat struktural.

Sabtu, 12 September 2026

Pelatihan Pembelajaran Mendalam Luring 3



Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial Berbasis Kelompok Kerja bagi Pendidik & Tendik Lainnya di Wilayah Provinsi Jawa Timur Pertemuan Fasilitasi Kelompok Kerja (FKK) Luring 3, bertempat : SMK Negeri 2 Lumajang.

Kegiatan hari ini langsung beraktifitas sesuai dengan kelompok kerja dalam hal ini kelompok Pengawas Sekolah. Sebagaimana dalam LMS materi hari ini meliputi : Pembinaan dan Pemantauan Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan, dan Pembinaan dan Pemantauan dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam.

Tindak Lanjut:
  • Kegiatan Belajar di Satuan Pendidikan : 
    • Pembinaan dan Pemantauan Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan
    •  Unggah Laporan Penyelarasan Visi Misi Tujuan Sekolah dengan RKT Program
    • Pembinaan dan Pemantauan dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam



Jumat, 11 September 2026

Refleksi Setahun Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik SMKN Al Maliki Sukodono

 




LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN

Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik

Satuan Pendidikan: SMK Al Maliki Sukodono
Hari/Tanggal: Jumat, 12 September 2026
Waktu: 13.00–16.00 WIB
Kegiatan: Pembinaan dan Pendampingan Kepala Sekolah dan Guru
Fokus: Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik

A. Latar Belakang

Pengawas sekolah memiliki peran strategis dalam menjamin peningkatan mutu pendidikan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap kepala sekolah dan guru. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan administrasi sekolah, tetapi juga pada peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Implementasi Pembelajaran Mendalam yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun perlu dievaluasi melalui proses refleksi secara berkala. Refleksi menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana prinsip Pembelajaran Mendalam telah dipahami dan diterapkan dalam pembelajaran, sekaligus mengidentifikasi praktik baik, tantangan, perubahan yang telah terjadi, serta kebutuhan pengembangan lebih lanjut.

Dalam konteks tersebut, pengawas sekolah melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan di SMK Al Maliki Sukodono dengan tema “Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik.”

Supervisi akademik dalam kegiatan ini diposisikan bukan sebagai kegiatan untuk mencari kekurangan atau kesalahan guru, tetapi sebagai sarana refleksi, dialog profesional, pemberian umpan balik, dan perbaikan berkelanjutan. Guru didorong untuk melihat kembali praktik pembelajarannya, memahami dampaknya terhadap murid, dan merumuskan langkah perbaikan yang dapat dilakukan.

B. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Merefleksikan pelaksanaan Pembelajaran Mendalam selama satu tahun di SMK Al Maliki Sukodono.
  2. Mengidentifikasi praktik baik yang telah dilakukan kepala sekolah dan guru dalam mendukung Pembelajaran Mendalam.
  3. Mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam implementasi Pembelajaran Mendalam.
  4. Menganalisis keterlaksanaan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam proses pembelajaran.
  5. Mendorong guru melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar murid melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  6. Memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan hasil supervisi akademik.
  7. Menyusun rencana tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

C. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan pada:

Jumat, 12 September 2026, pukul 13.00–16.00 WIB di SMK Al Maliki Sukodono.

Kegiatan diawali dengan membangun suasana dialog yang terbuka antara pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru. Pengawas menyampaikan bahwa supervisi akademik merupakan bagian dari proses pendampingan profesional. Oleh karena itu, guru diberikan kesempatan untuk mengemukakan pengalaman selama melaksanakan pembelajaran, termasuk keberhasilan, kendala, dan hal-hal yang masih dirasakan perlu diperbaiki.

Refleksi kemudian diarahkan pada pengalaman guru selama satu tahun menerapkan Pembelajaran Mendalam. Guru diajak melihat kembali perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam hal keterlibatan murid, pemberian pengalaman belajar yang bermakna, aktivitas kolaboratif, pemecahan masalah, penggunaan konteks nyata, asesmen, serta pemberian umpan balik.

Dalam proses tersebut, supervisi akademik digunakan sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran nyata mengenai praktik pembelajaran. Hasil pengamatan dan telaah tidak berhenti pada pemberian penilaian, tetapi digunakan sebagai bahan dialog reflektif antara pengawas dan guru.

Pengawas memberikan penguatan terhadap praktik-praktik yang telah baik sekaligus memberikan masukan terhadap aspek yang masih dapat dikembangkan. Guru didorong untuk tidak memandang hasil supervisi sebagai nilai akhir, tetapi sebagai cermin untuk melihat kualitas pembelajaran dan menentukan langkah perbaikan berikutnya.

D. Fokus Refleksi

Refleksi kegiatan diarahkan pada beberapa aspek utama:

AspekFokus Refleksi
BerkesadaranSejauh mana guru dan murid memahami tujuan pembelajaran dan terlibat secara sadar dalam proses belajar
BermaknaSejauh mana pembelajaran dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, dunia kerja, dan kebutuhan murid
MenggembirakanSejauh mana pembelajaran menciptakan suasana positif, aman, aktif, dan memotivasi murid
MemahamiBagaimana guru membantu murid membangun pemahaman terhadap konsep/materi
MengaplikasiBagaimana murid menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi nyata
MerefleksiBagaimana murid dan guru melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar
AsesmenSejauh mana asesmen digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar dan memperbaiki pembelajaran
Umpan balikBagaimana guru memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendorong perbaikan belajar

E. Hasil Kegiatan

Dari proses pembinaan dan refleksi, diperoleh beberapa catatan penting.

Pertama, implementasi Pembelajaran Mendalam perlu dipahami sebagai perubahan paradigma pembelajaran, bukan sekadar perubahan perangkat atau format perencanaan pembelajaran. Guru perlu terus didorong untuk memusatkan perhatian pada kualitas pengalaman belajar murid.

Kedua, supervisi akademik menjadi lebih bermakna ketika dilakukan melalui dialog reflektif. Guru dapat melihat hubungan antara perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, keterlibatan murid, asesmen, dan hasil belajar.

Ketiga, terdapat praktik pembelajaran yang telah mengarah pada Pembelajaran Mendalam, namun masih diperlukan penguatan agar prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan hadir secara konsisten dalam berbagai mata pelajaran.

Keempat, guru membutuhkan ruang untuk berbagi praktik baik dan belajar dari pengalaman rekan sejawat. Karena itu, tindak lanjut supervisi sebaiknya tidak berhenti pada guru secara individual, tetapi dikembangkan menjadi budaya belajar bersama di tingkat sekolah.

Kelima, hasil refleksi menunjukkan pentingnya menjadikan supervisi akademik sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu pembelajaran: merencanakan – melaksanakan – mengamati – merefleksikan – memperbaiki – dan mencoba kembali.

F. Kesimpulan

Kegiatan “Refleksi Setahun Implementasi Pembelajaran Mendalam melalui Supervisi Akademik” di SMK Al Maliki Sukodono merupakan bagian dari upaya pengawas sekolah dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan kepala sekolah dan guru.

Kegiatan ini menegaskan bahwa supervisi akademik bukan sekadar kegiatan kontrol terhadap pelaksanaan pembelajaran, melainkan proses pendampingan profesional untuk membantu guru menemukan kekuatan, menyadari area yang perlu diperbaiki, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih baik.

Refleksi setelah satu tahun implementasi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar Pembelajaran Mendalam tidak berhenti sebagai konsep, tetapi semakin nyata dalam pengalaman belajar murid sehari-hari.


G. Rencana Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut hasil pembinaan dan supervisi akademik, direncanakan beberapa langkah berikut:

No.Rencana Tindak LanjutPelaksanaWaktuIndikator Keberhasilan
1Menyusun pemetaan hasil refleksi implementasi Pembelajaran Mendalam setiap guruKepala sekolah & guruSeptember 2026Tersedia pemetaan kekuatan dan aspek yang perlu diperbaiki
2Memilih praktik baik guru yang telah menunjukkan prinsip Pembelajaran MendalamKepala sekolahSeptember 2026Teridentifikasi praktik baik yang dapat direplikasi
3Melakukan perbaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil supervisiGuruSeptember–Oktober 2026Perencanaan semakin berorientasi pada pengalaman belajar murid
4Memperkuat pembelajaran kontekstual yang terkait dengan kehidupan nyata dan dunia kerjaGuruBerkelanjutanMurid lebih aktif mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan
5Menguatkan asesmen formatif dan pemberian umpan balikGuruBerkelanjutanAsesmen digunakan untuk memperbaiki proses belajar, bukan hanya memberikan nilai
6Melaksanakan refleksi pembelajaran secara rutin bersama muridGuruSetiap akhir pembelajaran/unitTerdokumentasi refleksi murid dan guru
7Melaksanakan berbagi praktik baik melalui komunitas belajar sekolahKepala sekolah & guruMinimal 1 kali/bulanTerjadi berbagi pengalaman dan strategi pembelajaran antar guru
8Melakukan supervisi akademik lanjutan dengan pendekatan reflektifPengawas sekolah & kepala sekolahOktober–November 2026Terlihat perubahan/perbaikan praktik pembelajaran
9Mendokumentasikan praktik baik implementasi Pembelajaran MendalamGuru & sekolahBerkelanjutanTersedia portofolio/dokumentasi praktik baik
10Melakukan refleksi tindak lanjut bersama pengawas sekolahPengawas, kepala sekolah & guruAkhir semesterTersusun rekomendasi pengembangan berikutnya

H. Komitmen Tindak Lanjut

Tindak lanjut kegiatan diarahkan pada terbentuknya siklus supervisi akademik yang berkelanjutan, yaitu:

Supervisi → Refleksi → Umpan Balik → Perbaikan → Implementasi → Supervisi Kembali.

Dengan siklus tersebut, supervisi akademik diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya refleksi dan budaya belajar guru, sehingga implementasi Pembelajaran Mendalam di SMK Al Maliki Sukodono semakin konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pengalaman belajar murid.

Pesan utama kegiatan:

“Supervisi bukan tentang mencari kesalahan guru, tetapi menghadirkan ruang refleksi agar guru terus bertumbuh dan pembelajaran semakin berdampak bagi murid.”



 

Rabu, 09 September 2026

Pembinaan Refleksi Implementasi PM melalui Supervisi Akademik di SMK Pembangunan Cansipuro

 



Berdasarkan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 tentang Jabatan Fungsional di Bidang Pendidik dan Pengawasan Mutu Pendidikan. Pengawas sekolah kembali menjadi jabatan fungsional dengan tugas pokok dan peran pembinaan, pemantauan, evaluasi, dan pendampingan peningkatan mutu satuan pendidikan.

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi kepengawasan sekaligus memastikan keberlanjutan peningkatan mutu sekolah binaan, pengawas sekolah melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada Kepala Sekolah dan guru di SMK Pembangunan Candipuro. Kegiatan ini diarahkan tidak hanya pada pemenuhan aspek administratif, tetapi lebih jauh pada penguatan kualitas proses pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan, karakteristik, dan perkembangan murid.

Salah satu fokus pendampingan adalah melakukan refleksi terhadap implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) melalui supervisi akademik. Supervisi akademik diposisikan sebagai proses kolaboratif untuk melihat sejauh mana prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan telah hadir dalam praktik pembelajaran di kelas. Pengawas bersama kepala sekolah dan guru merefleksikan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, pemberian umpan balik, keterlibatan murid, hingga tindak lanjut hasil pembelajaran.

Dalam kegiatan ini saya melakukan dialog bersama kepala sekolah dan guru mengenai pengalaman nyata yang terjadi selama proses pembelajaran. Guru diajak melihat kembali apakah pembelajaran telah memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksi pengetahuan serta pengalaman belajarnya. Perhatian juga diberikan pada bagaimana guru menciptakan pembelajaran yang mendorong murid aktif berpikir, berkolaborasi, memecahkan masalah, menghubungkan materi dengan konteks kehidupan dan dunia kerja, serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajarnya.

Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan pendampingan yang dialogis, reflektif, dan konstruktif. Pengawas tidak menempatkan guru sebagai objek penilaian, melainkan sebagai mitra profesional yang bersama-sama mencari solusi terhadap tantangan pembelajaran. Temuan supervisi digunakan sebagai bahan percakapan untuk mengidentifikasi praktik baik yang sudah berjalan, aspek yang masih perlu diperkuat, serta alternatif perbaikan yang realistis sesuai dengan karakteristik SMK Pembangunan Candipuro.

Temuan :

  • jumlah siswa dalam kelas baik kelas X dan XI tidak sesuai dengan data, banyak siswa yang tidak hadir dengan berbagai alasan (hujan, banjir, kendala transportasi, dll)
  • jurnal kelas dan perangkat mengajar guru tidak mencantumkan daftar hadir siswa

Tindak Lanjut:

  • kepala sekolah segera menyusun jadwal pelaksanaan supervisi akademik dan menetapkan instrumen yang digunakan
  • supervisi akademik fokus pada implementasi pembelajaran mendalam oleh karena itu instrumen dipastikan sesuai
  • perangkat pembelajaran guru di kelas agar dilengkapi dengan daftar hadir siswa, baik itu jurnal kelas maupun.



Senin, 07 September 2026

Rakorprov APSI Jatim 2026

 



Bedsarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) pasal 28 ayat (2) disebutkan bahwa salah satu forum rapat-rapat organisasi adalah Rakorprov, serta memperhatikan Permenpan RB No. 7 Tahun 2026 Pasal 22 ayat (2) disebutkan bahwa: Setiap Guru, Pamong Belajar, Pengawas Sekolah, dan penilik WAJIB menjadi anggota Organisasi Profesi. Selain hal tersebut APSI Pusat akan menyelenggarakan Rakornas-Rakernas di Jawa Timur (Surabaya) pada bulan Oktober mendatang.

Demi menyatukan Langkah, menghangatkan silaturahmi dan merapatkan barisan dalam menyambut rekan-rekan sejawat dari seluruh Nusantara, serta suksenya RAKORNAS –RAKERNAS APSI 2026, Pengurus APSI Provinsi Jawa Timur akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Provinsi (RAKORPROV) dengan tema “Sinergi Pengawas Sekolah Jawa Timur: Optimalisasi Pemantauan, Penilaian, dan Pembinaan menuju Peningkatan Budaya Mutu di Sekolah Binaan”. Kegiatan dilaksanakan di Gaha Utama BBPMP Provinsi Jawa Timur - Jl. Ketintang Wiyata No.15, Ketintang, Kc. Gayungan, Kota Surabaya Jawa Timur.

Sebagai nara sumber para rakor hari ini adalah Ketua APSI Pusat Dr. Agus Sukoco, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Adapun materi yang disajikan oleh ketua APSI Pusat antara lain tentang permenpanrb nomor 7 tahun 2026 yang mengubah kembali pengawas sekolah sebagai jabaran fungsional, bukan lagi guru sebagaimana peraturan sebelumnya di era kurikulum merdeka.

Sedangkan materi dari Kepala Dinas Pendidikan bertajuk Pengawas yang dibutuhkan sekolah, pengawas yang mengubah sistem, Dari jabatan fungsional menuju arsitek kemajuan pendidikan. Dan dalam materi tersebut kepala dinas memperikan tugas kepada para pengawas yaitu Gerakan Jawa Timur 90 hari Sekolah Naik Kelas.





Tindak Lanjut :
  • Memilih sekolah binaan sebagai sasaran praktik baik sesuai dengan tugas diatas
  • Mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekolah yang dipilih sebagai model praktik baik
  • menulis/melaporkan sebagai praktik baik