MONITORING DAN EVALUASI PELAKSANAAN TKA TAHUN 2026
SMK NEGERI TEMPURSARI
Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Satuan Pendidikan: SMK Negeri Tempursari
Kegiatan: Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026
A. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 di SMK Negeri Tempursari dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memantau keterlaksanaan TKA, kesiapan sarana dan prasarana, serta upaya satuan pendidikan dalam mengantisipasi berbagai kendala selama pelaksanaan tes.
SMK Negeri Tempursari berada di wilayah dengan karakteristik geografis yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi tersebut memiliki tantangan tersendiri, khususnya terkait kestabilan pasokan listrik yang dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan tes berbasis komputer.
B. Hasil Monitoring dan Temuan
Berdasarkan hasil pemantauan, diperoleh beberapa temuan sebagai berikut:
Gangguan pasokan listrik. Pada hari pertama pelaksanaan TKA terjadi beberapa kali pemadaman listrik. Kondisi ini merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi di wilayah Tempursari sebagai daerah dengan karakteristik 3T.
Kesiapan antisipasi sekolah. Sekolah telah mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik dengan menyediakan genset sebagai sumber listrik alternatif. Ketika terjadi pemadaman, pelaksanaan dapat tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan genset yang telah disiapkan.
Penguatan kesiapan mental peserta. Sebelum memasuki ruang ujian pada setiap sesi, seluruh siswa terlebih dahulu dikumpulkan dan diberikan briefing oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.
Pembinaan dan pengarahan peserta. Kegiatan briefing menjadi langkah positif untuk memberikan arahan, motivasi, mengingatkan tata tertib, serta mempersiapkan kesiapan mental siswa sebelum mengikuti TKA.
C. Analisis dan Rekomendasi
Berdasarkan temuan tersebut, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi perhatian:
Kesiapan genset merupakan bentuk mitigasi risiko yang baik dan perlu dipertahankan, mengingat kondisi pasokan listrik di wilayah Tempursari yang belum selalu stabil.
Sekolah perlu memastikan kapasitas genset mencukupi kebutuhan seluruh perangkat dan jaringan pendukung TKA.
Perlu dilakukan pemeriksaan dan uji coba genset sebelum pelaksanaan setiap sesi, termasuk memastikan ketersediaan bahan bakar.
Praktik briefing peserta sebelum memasuki ruang ujian dapat dipertahankan sebagai bentuk penguatan kesiapan, kedisiplinan, dan ketenangan siswa.
Pengalaman SMKN Tempursari dalam mengantisipasi kendala listrik dapat menjadi praktik baik bagi satuan pendidikan lain yang memiliki karakteristik wilayah dan tantangan infrastruktur serupa.



