- Setiap sekolah menyusun program dan melaksanakan peningkatan pembelajaran secara nyata
- Pengawas sekolah memotivasi mendorong dan mendampingi setiap sekolah binaannya
Memenuhi undangan kepala SMK Negeri Pasirian, hari ini menghadiri kegiatan grebeg maulid nabi yang dimotori oleh tim pokja kesiswaan. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi warga sekolah untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan dan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah.
Grebeg Maulid dikemas sebagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diajak untuk memahami kembali keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang penuh kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, kasih sayang, serta semangat untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi sesama.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebahagiaan dengan tampilan para siswa per jurusan yang menampilkan karya berupa gunungan terbut dari berbagai makanan ringan serta sembako. Gunungan diarak sesuai dengan rute yang ditentukan diikuti dengan atraksi kesenian dari para siswa yang juga menunjukkan kekhidmatan sekaligus kebersamaan. Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Nuansa Grebeg Maulid juga menjadi simbol kebersamaan warga sekolah dalam merawat tradisi positif sekaligus memperkuat budaya sekolah yang religius dan berkarakter.
Hadir pada pagi hari ini adalah para anggota komite sekolah, yang menyaksikan kegiatan dari awal hingga selesei. Kegiatan lain yang sudah dilaksanakan adalah pemilihan ketua dan pengurus OSIS, dan hari selanjutnya (Jumat 19 September 2026) adalah pengajian dan sholawatan dengan menghadirkan para orang tua siswa.
Bagi peserta didik SMK, peringatan Maulid Nabi memiliki relevansi yang kuat dengan pembentukan karakter lulusan. Kompetensi kejuruan yang baik perlu berjalan seiring dengan karakter yang unggul. Keteladanan Rasulullah dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk membangun sikap jujur, amanah, bertanggung jawab, bekerja keras, menghargai orang lain, dan memiliki kepedulian sosial, yang tidak lain adalah dimensi dari profil lulusan sebagaimana yang dicita-citakan dalam pembelajaran mendalam.
Kepala sekolah bersama seluruh warga SMK Negeri Pasirian terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Grebeg Maulid menjadi salah satu ruang pembelajaran kontekstual di luar kelas, di mana nilai-nilai agama, budaya, kebersamaan, dan karakter dapat dipraktikkan secara langsung.
Lebih dari sekadar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan refleksi: sejauh mana keteladanan Rasulullah telah hadir dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah?
Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan satuan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter kuat, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi kehidupan serta dunia kerja.
Senam sehat pada pagi hari ini terasa semakin istimewa karena diikuti dan dibersamai oleh tim guru SMAN 3 Lumajang beserta instrukturnya. Dengan gerakan senam yang dipandu secara energik, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh semangat.
Kegiatan tidak sekadar menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh. Senam bersama juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mencairkan suasana kerja, serta mempererat hubungan antarsesama staf dan pengawas sekolah. Setelah menjalani aktivitas pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan tanggung jawab, kegiatan olahraga bersama menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pikiran dan membangun energi positif sebelum melanjutkan tugas.
Senam sehat dapat dipandang sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan core values ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Nilai Berorientasi Pelayanan tidak hanya tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dalam upaya membangun kondisi aparatur yang sehat dan siap memberikan pelayanan terbaik. Kebugaran fisik dan kesegaran pikiran menjadi salah satu modal penting bagi ASN dalam menjalankan tugas secara optimal.
Nilai Kompeten juga memiliki keterkaitan dengan kegiatan ini. ASN dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas dan menjaga kualitas dirinya. Menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan produktivitas dan kesiapan dalam melaksanakan tugas kedinasan.
Sementara itu, suasana senam bersama memperkuat nilai Harmonis. Seluruh peserta mengikuti kegiatan tanpa membedakan jabatan maupun tugas. Staf dan pengawas sekolah dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, egaliter, dan penuh kebersamaan.
Kehadiran tim guru SMAN 3 Lumajang juga menjadi contoh nyata penerapan nilai Kolaboratif. Kegiatan yang dilaksanakan bersama antara Cabang Dinas dan satuan pendidikan menunjukkan bahwa membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan positif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Kolaborasi tidak hanya dilakukan dalam urusan administrasi dan program pendidikan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memperkuat hubungan antarpelaku pendidikan.
Nilai Adaptif tercermin dari kesediaan warga kantor untuk membangun kebiasaan kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kebugaran, dan keseimbangan aktivitas kerja.
Senam Rabu pagi menjadi lebih dari sekadar aktivitas olahraga rutin. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan budaya kerja sehat, positif, dan produktif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang.
Budaya kerja yang baik tidak hanya dibangun melalui aturan dan target kinerja, tetapi juga melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten. Ketika olahraga, kebersamaan, disiplin, dan kolaborasi menjadi bagian dari rutinitas, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat secara fisik sekaligus lebih kuat dalam hubungan sosial.
Bagi pengawas sekolah, kebiasaan positif tersebut juga dapat menjadi teladan yang dibawa ke sekolah binaan. Pengawas tidak hanya mendampingi sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran dan tata kelola, tetapi juga dapat memberikan inspirasi mengenai pentingnya membangun ekosistem sekolah yang sehat, aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Dengan semangat BerAKHLAK, Senam Sehat Rabu pagi diharapkan terus menjadi budaya positif di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember di Lumajang: sehat badannya, segar pikirannya, kuat kebersamaannya, dan semakin optimal pelayanannya.