Sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang beberapa hari lalu dilaksanakan di SMK PGRI Lumajang yaitu Cooking Battle yang merupakan puncak dari kegiatan sumatif akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, maka hari ini saya mendampingi para guru untuk merefleksi kegiatan tersebut.
Selama mengikuti dan menyaksikan kegiatan cooking battle saya menemukan berbagai tahapan yang perlu untuk dikembangkan dan juga disempurnakan, sehingga tujuan sebagai asesmen akhir semester dapat tercapai. Adapun hal-hal yang disepakati dalam refleksi hari ini antara lain :
cooking battle akan dijadikan sebagai agenda tahunan atau semesteran yang kemudian dapat meembranding sekolah
proses dan tahapan kegiatan akan disempurnakan untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran pada mata pelajaran terkait.
waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan momen-momen tertentu yang dapat membuat acara ini menjadi semakin bermakna.
akan melibatkan pihak ekternal untuk dapat memberikan penilaian terhadap proses dan hasil kegiatan
Merupakan kedua lainya SMK PGRI Lumajang menggelar acara yang disebut dengan cooking battle. Kegiatan ini adalah puncak dari kegiatan asesmen sumatif akhir semester ganjil yang telah dilaksanakan dengan berbagai bentuk, tes baik lisan maupun tulis, projek, kinerja/praktik.
Cooking battle ini merupakan salah satu asesmen kolabirasi antar mata pelajaran yaitu projek kreatif dan kewirausahaan, bahasa indonesia, desain grafis dan juga beberapa mata pelajaran kejuruan. Skenario kegiatan ini adalah siswa terbagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 orang. Kepada masing-masing kelompok diberi penugasan memproduksi/memasak dari bahan pokok yang misteri, artinya baru diberitahukan saat kegiatan dimulai. Disini yang dibutuhkan adalah kreatif, inovatif, berfikir kritis, kerjasama/kolaborasi, komunikasi. Selanjutnya siswa mengambil bahan-bahan dan bumbu yang dibutuhkan sesuai dengan ide produk yang akan dibuat.
Waktu bekerja yang diberkan adalah 30 menit siswa harus dapat menyajikan produk/makanan yang dihasilkan. Dan ternyata kali ini dengan bahan dasar tahu, siswa dapat memproduksi berbagai macam sajian yang selanjutnya dilelang untuk dijual.
Memenuhi undangan kepala sekolah, pagi ini saya menghadiri dan memberikan sambutan dalam kegiatan pembukaan festifal peradaban olahraga bola folly dan basket tingkat SMP/Mts di SMK WYSN Sukodono. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Dr. Bekti Sawiji, MPd, yang dalam sambutannya sangat mengapresiasi SMK WYSN dan juga memotivasi para peserta.
Sebagai pengawas sekolah saya berkesempatan memberikan sambutan sekaligus melakukan servis perdana untuk bola voly puteri.
Memenuhi permintaan kepala sekolah dan para guru tentang pelaksanaan visitasi akreditasi oleh BAN PDM agar saya melakukan pendampingan sebelum dan selama proses pelaksanaan, hal ini dikarenakan baru awal dan pengalaman pertama dalam menghadapi proses akreditasi.
Maka dua hari ini saya hadir di sekolah guna memeberikan semangat dan juga menyambut kehadiran para asesor. Dari kegiatan pendampingan banyak hal yang saya temui dari proses verivikasi baik dokumen dan wawancara bersama kepala sekolah dan para guru. Tentang fisik sekolah, sarana dan prasarana mendapatkan apresisasi dari pada asesor, hal ini wajar karena sebagai sekolah baru dengan bangunan baru yang juga sarana prasarana baru.
Ibu Titik Selaku pengawas pembina juga hadir pada kegiatan visitasi.
Dalam kesempatan ini sesuai dengan yang saya rekomendasikan maka asesor diajak berkunjung ke industri Ryo textile, hal ini sebagai bentuk memberikan keyakinan lebih kepada asesor tentang profil sekolah sebagai SMK Industri.
Kegiatan visitasi diahkiri dengan penyerahan berita acara pelaksanaan visitasi dari asesor kepala kepala sekolah.
Untuk pertama kalinya SMK Ryo Yuwaraja berproses dalam Akreditasi sekolah oleh BAN PDN Jatim. Asesor terdiri dari 2 orang dari unsur perguruan tinggi yaitu bpk Zainul dan ibu Nur.
Karena ini merupakan pengalaman pertama bagi kepala sekolah dan seluruh guru di SMK Ryo Yuwaraja maka sebagai pengawas sekolah saya mendampingi proses tersebut guna memberikan penguatan dan semangat kepada mereka.
Dalam kesempatan ini saya juga memberikan gambaran umum tentang profil sekolah dan pendiri sekolah kepala para asesor.
Pada tahun 2025 ini SMK Al Maliki mendapat bantuan program dari pemerintah pusat yaitu Revitalisasi SMK. Sebagai penerima bantuan program tentu SMK Al maliki telah memenuhi semua persyaratan, termasuk jumlah murid yang bertahan dan terus bertambah.
Bantuan revitalisasi ini berupa Pembangunan Ruang Praktik untuk Keahlian Teknik Sepeda Motor, Ruang Praktik untuk keahlian Ternak Unggas dan laaboratorium komputer, serta beberapa unit toilet.
Kepala sekolah (Habibullah, MA) menyatakan bahwa ruangan bengkel yang dibangun dengan standar industri ini diprioritaskan untuk memindahkan ruang bengkel yang selama ini digunakan yang dirasa kurang standar.
Proses pembangunan telah berjalan dengan lancar dan telah mencapai lebih dari 50% sesuai target.
Merupakan program rutin dari SMK Muhammadiyah Lumajang bagi para siswanya yaitu Pembinaan Karakter dan Bela Negara. Kegiatan ini bekerjasama dengan Batalyon 525 Lumajang, dan bertempat di Batalyon. Kegiatan berlangsung selama 3 hari 2 malam, dan hari ini adalah penutupan dilaksanakan di yang serba guna Batalyon 527.
Upacara penutupan dilaksanakan lebih awal/tidak sesuai jadwal karena ruang aula yang mendadak akan digunakan untuk kegiatan lain. Namun demikian tidak mengurangi kekhidmatan acara walaupun setelah penutupan masih ada agenda outbond bagi para peserta.
Sebagai Pengawas Sekolah saya berkesempatan memberikan sambutan pada penutupan tersebut, dan mengunjungi barak sebagai tempat menginap para siswa, juga acara outbond yang dilakukan di area latihan bagi para tentara.
Adapun materi sambutan yang saya sampaikan yaitu tentang bagaimana menjadi generasi emas bangsa melalui pembinaan karakter dan bela negara ini.
Menjadi Generasi Emas Bangsa
Para siswa-siswi sekalian,
Saat ini, kalian berada di usia yang krusial. Kalian bukan hanya sekadar pelajar, tetapi juga calon pemimpin, inovator, dan penerus bangsa. Di pundak kalianlah masa depan Indonesia bertumpu.
Namun, menjadi generasi emas tidak hanya bermodal kecerdasan akademis. Lebih dari itu, kalian harus memiliki karakter yang kuat dan jiwa bela negara yang kokoh. Karakter yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan pantang menyerah adalah pondasi utama untuk meraih kesuksesan.
Bela Negara Dimulai dari Diri Sendiri
Apa itu bela negara? Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata atau berperang. Bela negara adalah tentang mencintai tanah air dan mengabdi kepada bangsa. Ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana:
Belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Ini adalah bentuk bela negara. Dengan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, kalian dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Menghormati guru dan orang tua. Ini adalah bentuk bela negara. Menghargai orang-orang di sekitar kita adalah cerminan karakter yang baik.
Menjaga nama baik sekolah dan diri sendiri. Ini juga bentuk bela negara. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, kalian menjaga martabat bangsa.
Jadilah Pelopor Perubahan
Saya berharap, setelah mengikuti pembinaan ini, kalian semakin sadar akan pentingnya peran kalian sebagai warga negara. Jadilah pribadi yang berintegritas dan berjiwa nasionalisme. Jadilah pelopor perubahan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.