Oleh karena itu dalam setiap kesempatan saya selalu mengajak Kawan guru untuk menerapkan model pembelajaran tersebut baik secara mandiri pada mata pelajaran sendiri maupun berkolaborasi antar kata pelajaran. Untuk SMK yang sudah siap dengan berbagai sarana prasarana, perangkat juga dukungan IDUKA, model pembelajaran teaching factory layak untuk diterapkan.
Hari ini untuk memotivasi dan merefleksi pelaksanaan pembelajaran projek yang dilakukan oleh para guru kejuruan bisnis daring dan pemasaran di SMK Negeri Tempursari, saya menghadiri projek yang sedang digelar oleh para siswa yaitu Bazar.
Kegiatan ini dilaksanakan didepan pintu gerbang sekolah, dan terlihst cukup meriah dengan ditampilkannya aneka hiburan oleh para siswa. Jadi dalam hal ini siswa tidak saja menggelar bazar tetapi juga menampikan kesenian.
Temuan yang perlu untuk ditingkatkan dalam projek berikutnya antara lain penulisan perencanaan pembelajarannya. Judul rencana kegiatan berupa proposal kegiatan, harusnya berupa RPP atau Modul Ajar.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku panduan pembelajaran dan asesmen kurikulum Merdeka bahwa perencanaan pembelajaran minim memuat tujuan pembelajaran, Kegiatan pembelajaran, dan asesmen.
Walau demikian yang dituliskan sebagai proposal kegiatan sebenarnya sudah membuat ketiga komponen diatas namun belum teridentifikasi sesuai dengan ATP yang sudah disusun.
Sebagai pengawas pembina saya sangat mengapresiasi upaya perbaikan pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh para guru ini, sehingga prinsip pembelajaran yang berpusat pada murid dapat tercapai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan Pesan Anda