Sabtu, 24 Januari 2026

Verfal TUK SMK Al Maliki Sukodono

 


SMK Al Maliki memiliki 5 konsentrasi keahlian yang akan melaksanakan UKK secara serentak di bulan Februari, yaitu Teknik Sepeda Motor, Desain Komunikasi Visual, Agribisnis ternak unggas, Desain dan produksi busana, dan Teknik Komputer Jaringan. Secara keseluruhan melaksanakan UKK dengan pola Mandiri.

Verifikasi saya lakukan bersama-sama dengan para kaprog melalui dialog dan memastikan semua intrumen telah dimiliki dan dipilih paket yang telah disediakan pemerintah/direktorat smk. Dan secara umum keseluruhan tidak ada paket penugasan yang dimodifikasi secara signifikan. Namuan dari Agribisnis tenak unggas ada kekurangan peralatan (refrigerator) yang seharusnya 10 namun hanya ada 3 unit, sedangkan di Desain Komunikasi Visual terdalat peralatan (mic wirelese) yang diperlukan dalam penugasan tetapi tidak dipersyaratkan dalam TUK, Tetapu keduanya kepala sekolah menyanggupi untuk segera pengadaan peralatan tersebut. Sehingga pada saatnya UKK nanti sudah dapat digunakan.

 



Kamis, 22 Januari 2026

UKK SMKN Pasirian

 


Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Negeri Pasirian secara keseluruhan dilaksanakan dengan pola Mandiri, yaitu kerjasama antara sekolah dengan dunia kerja. Dalam pola UKK tersebut ada peran dinas pendidikan yaitu memverifikasi TUK (Tempat Uji Kompetensi). Maka pada hari ini sekaligus menyaksikan pelaksanaannya saya memastikan bahwa TUK nya telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Kecuali konsentrasi keahlian Akuntansi yang pelaksanaan UKK nya menggunakan pola Asosiasi, maka seluruh instrumen dan asesornya ditentukan oleh Asosiasi.

Secar umum pelaksanaan UKK tahun ini berjalan dengan lancar sesuai jadwal yang ditentukan secara bersama oleh para ketua program dan wk kurikulum.

Apel pagi SMKN Tempursari

 


hari kedua berdasa di SMK Negeri tempursai saya berkesempatan menjadi pembina apel, dimana kegiatan ini secara rutin setiap hari dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh siswa dan guru.
Sebagi pembina apel adalah guru secaa bergantian, namun pagi ini secara kebetulan guru pembinanya tidak hadir, maka saya memberikan pembinaan kepada para siswa dengan judul Disiplin.

Banyak orang menganggap disiplin adalah sebuah beban, aturan yang mengekang, atau sekadar ketepatan waktu. Namun, sebenarnya disiplin jauh lebih besar dari itu. Disiplin adalah kemampuan untuk memilih apa yang paling kita inginkan di masa depan, di atas apa yang kita inginkan saat ini.

​Mengapa Disiplin Itu Penting?

​Ada tiga poin utama mengapa disiplin harus menjadi napas kita sehari-hari:

  1. Disiplin Membangun Karakter: Orang yang disiplin bukan berarti orang yang kaku, melainkan orang yang memiliki kendali atas dirinya sendiri. Jika kita bisa mengalahkan rasa malas untuk bangun pagi atau datang tepat waktu, kita sudah menang melawan diri sendiri.
  2. Disiplin Menciptakan Efisiensi: Dengan disiplin mengikuti aturan dan jadwal, pekerjaan kita akan lebih teratur, target lebih mudah tercapai, dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia untuk hal yang tidak produktif.
  3. Jembatan Menuju Sukses: Antara impian dan kenyataan, ada jembatan yang menghubungkannya. Jembatan itu bernama disiplin. Bakat tanpa disiplin tidak akan menghasilkan apa-apa, tapi disiplin tanpa bakat yang luar biasa pun tetap bisa membawa kita ke puncak.

​Mulai dari Hal Kecil

​Rekan-rekan dan anak-anakku sekalian, jangan menunggu momen besar untuk mulai disiplin. Mulailah dari hal-hal yang tampak sepele:

  • ​Datang tepat waktu sebelum bel/jam kantor berbunyi.
  • ​Membuang sampah pada tempatnya.
  • ​Menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu.
  • ​Berpakaian rapi sesuai aturan yang berlaku.

​Disiplin memang pahit di awal, namun buahnya sangat manis di akhir. Mari kita jadikan kedisiplinan bukan sebagai paksaan, melainkan sebagai kebutuhan dan gaya hidup.

​Demikian amanat singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus memperbaiki diri.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

​Tips Tambahan untuk Pembina Apel:

  • Kontak Mata: Jangan hanya membaca teks, sesekali pandanglah audiens agar pesan lebih terasa personal.
  • Intonasi: Gunakan nada bicara yang tegas namun tetap mengayomi (tidak membentak).
  • Durasi: Usahakan amanat tidak lebih dari 5-7 menit agar audiens tetap fokus.