Memenuhi disposisi kepala cabang dinas untuk menghadiri sebagai wakil cabang dinas pendidikan pada kegiatan Focus Griup Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh dewan pendidikan kabupaten Lumajang bertempat di kafe Alka Sukodono.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektoral, dinas pendidikan kab lumajang, dukcapil, bapenda, badan statistik, kemenag, pontren, mkks, dan. juga seluruh anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang.
Tema FGD hari adalah Strategi Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Pendidikan Kabupaten Lumajang. Kegiatan dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang (Patria), yang dalam sambutannya mengingatkan bahwa sektor pendidikan hanyalah salah satu dari beberapa komponen dalam IPM. Diperlukan kecermatan dalam membaca data dan realita di masyarakat. Karena kondisi budaya dan karakter masyarakat sangat mempengaruhi proses dan keberhasilan sektor pendidikan. Kadis juga menyampaikan salah satunya adanya budaya pernikahan dini yang di Lumajang masih relatif tinggi, hal ini pasti berdampak langsung pada angka harapan sekolah, atau tingginya tingkat ATS Lumajang. Untuk itu maka dibutuhkan kolaborasi dari semua stakeholder dalam upaya menaikkan IOK Lumajang.
Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan menyampaikan pengalamannya sejak berkiprah di pemerintahan kabupaten Lumajang. IPM Lumajang peringkat ke 35 bersama kabipaten Sumenep, Bangkalan dan sampang. dan berada dibawah kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Oleh karena itu dimohon bantuan pemikiran dari seluruh peserta yang hadir dalam FGD ini, yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar rekomendasi kepada Bupati Lumajang untuk perencanaan Daerah 2027. Salah satu usulan yang sudah digagas antara lain penerapan 5 hari kerja untuk jenjang pendidikan SMP baik negeri maupun swasta, juga perlunya peninjauan kembali tentang istilah pendidikan gratis, pendidikan harusnya ada sharing antara pemerintah dan masyarakat, ada subsidi silang dari masyarakat yang mampu terhadap yang tidak mampu, sehingga sekolah dapat cepat dan leluasa dalam mengambangkan kegiatan-kegiatan pembelajaran di sekolah.
Forum diskusi menjadi menarik saat moderator memberi kesempatan kepada seluruh peserta yang hadir untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Dan dalam kesempatan ini saya sebagai wakil cabang dinas pendidikan menyampaikan perlunya kolaborasi dan kerjasama lintas sektoral dan lintas kewenangan, karena pengelolaan pendidikan berbeda antara jenjang. Salah satu bentuk kerjasama antara lain yang sekarang sedang berjalan di jenjang SMA/SMK adalah Penerimaan Murid Baru, dalam sistem ini dibutuhkan peran seerta jenjang SMP/MTs dalam menginput data rapor siswa, hal ini sering kali menjadi kendala karena masih banyak SMP/MTs yang tidak mau menginputkan data-data tersebur ke dalam aplikasi Penerimaan Murid Baru SMA/SMK. Selanjutnya dalam proses pendidikan juga seringkali terdapat data ganda/doble counting antara SMA/SMK dengan PKBM.
Acara FGD diakhiri dengan makan siang bersama, dan tindak lanjut dari kegiatan ini antara lain bahwa Dewan Pendidikan akan menyusun rekomendasi untuk disampaikan kepada Bupati Lumajang, dan FGD ini merupakan kegiatan awal yang artinya masih diperlukan adanya masukan-masukan dari para stakeholder untuk tercapainya peningkatan IPM Lumajang.

