Selasa, 10 Februari 2026

UKK SMKN Al Maliki Sukodono

 


Sebagaimana pedoman pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 2026, SMK Al Maliki menyelenggarakan kegiatan rutin ini dengen pola Mandiri, yaitu kerjasama dengan dunia kerja sebagai penguji eksternal untuk semua konsentrasi keahlian (teknik Sepeda Motor, Desain komunikasi visual, teknik komputer jaringan, agribisnis ternak unggas, dan desain produksi busana.

Hal yuang menarik pada UKK tahun ini adalah ditempatinya ruang TUK baru untuk teknik sepeda motor, DKV, dan Ternak Unggas. Ruang-ruang tersebut telah berstandar industri yang merupakan bagian dari program smk pusat keunggulan dan revitalisasi smk.

Ruang DKV berupa ruang lab komputer beserta perangkatnya dengan jumlah melebihi jumlah peserta, ruang produksi cetak dengan berbagai alat cetaknya. Untuk teknik sepeda motor berupa ruang bengkel berstandar industri yaang lokasinya tepat ditepi jalan raya, dengan 6 unit pit sehingga tahun ini UKK dapat dilaksanakan dengan lebih cepat. Sementara itu untuk Agribisnis ternak unggas juga secara langsung siswa sebagai asese melaksanakan proses uji di kandang sistem closehouse dengan 4500 ekor ayam, semua proses mulai dari penyiapan kandang, chekin DOC, hingga nanti masa panen 40 hari kedepan.


Untuk paket penugasan sebagaimana ketentuan bahwa UKK pola mandiri adalah menggunakan instrumen yang sudah disiapkan pemerintah/direktorat SMK, sehingga sekolah memilih salah satu paket yang ada yang dianggap dapat diikuti oleh siswa dan ketersediaan peralatan dan bahan. Dari semua konsentrasi keahlian tidak ada yang mengubah soal, hal ini juga sesuai dengan ketentuan bahwa sekolah bersama dunia kerja sebagai asesor dapat mengubah soal penugasan, yang berarti sekolah boleh mengubah atau tidak.

Dari hasil wawancara bersama penguji eksternal untuk teknik sepeda motor ditinjau dari TUK sudah sangat layak sesuai standar AHAS (Honda), dan untuk kompetensi peserta secara umum juga diakui relatif bagus bahkan ada yang dapat menyeleseikan penugasan lebih cepat dari target waktu yang ditentukan.


Senin, 09 Februari 2026

Apel Senin dan FGD rutin

 


Sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari senin pagi di kantor cabang dinas pendidikan Lumajang dilaksanakan apel untuk seluruh staf dengan pembina apel kasubag tata usaha.
Dalam amanatnya pembina apel mengingatkan seluruh staf untuk selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan di dunia pendidikan.

Dilanjutkan bahwa agenda dalam waktu dekat adalah akan dilaksanakan monitoring kepegawaian di sekolah-sekolah negeri, monitoring pelaksanaan PSAJ, UKK pada jenjang SMA//SMK/SLB dengan melibatkan semua unsur, staf, pejabat eselon dan pengawas sekolah.


Kemuadian untuk pengawas sekolah sendiri dilanjut dengan FGD di ruang pengawas sekolah yang juga diikuti oleh kasubag TU yang memaparkan tentang BASNAZ. Bahwa akan ada kegiatan optimalisasi pengumpulan zakar dan shodaqoh dari para ASN serta optimalisasi pemanfaatnya untuk kepentingan pendidikan di Lumajang, oleh karena itu diminta para pengawas sekolah dapat ikut mensukseskan rencana kegitatan tersebut.

Saya selaku koordinator pengawas berkesempatan mengingatkan para pengawas untuk selalu berbedoman pada kompetensi pengawas dan tupoksi pengawas dalam pelaksanaan tugas keseharian, baik kompetensi kepribadian maupun kompetensi sosial.

Pendampingan pengawas madya kepada pengawas muda hendaknya dilakukan sebagaimana mestinya guna menjaga kekondusifan wilayah.

Jumat, 06 Februari 2026

Bhakti Lingkungan SMK Nurul Qur'an Sawaran

 


SMK Nurul QUran merupakan smk yang baru berusia 1  tahun ijin operasionalnya, dan tahun pertama memiliki siswa sebanyak 17 orang, sementara untuk kelas XI ada 9 orang dan kelas XII 12 orang yang masih merupakan siswa dari smk lain/afiliasi selama 2 tahun proses perijinan.

Lokasi sekolah ini di desa sawaran lor kecamatan klakah, alam masiih asri termasuk lingkungan sekolah sama sekali masih berlum tergarap/tertata (semak belukar). Dugaan sementara adalah karena warga sekolah (guru dan murid) belum merasa perlu menata lingkungan, memperindah lingkungan, dan juga karena faktor biaya/operasional sekolah yang masih mengandalkan yayasan dan kepala sekolah.



Hari ini sebagai pengawas sekolah saya menginspirasi warga sekolah dan mengajak untuk mulai menata lingkungan, dengan menanam bunga/tanaman yang berwarna selain hijau, saya maksudkan agar terlihat ada warna kontras yang dapat menjadi pertanda bahwa di lingkungan ini sudah ada kehidupan/pengolahan lingkungan.

Untuk memulai saya membawa bibit bungan puring, bibit cabai, terong dan juga sledri serta beberap macam bungan yang lain. Kepada para siswa saya tekankan bahwa mengatur/mengelola lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya, tetapi dapat dilaksanakan dengan bergotong royong dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar lingkungan rumah dan sekitarnya sekolah. Cukup dengan merelokasi/mengelompokkan jenis-jenis tanaman dan menanam dengan rapi sudah pasti akan terlihat beda.


Kerja bakti pagi ini berarkir tepat pukul 10.00, dan siswa dapat beristirahat dengan santai di sekolah.